Respons Ma'ruf Amin Sikapi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang Berada di Angka 5,02 Persen
Maruf Amin angkat bicara terkait pertumbuhan ekonomi tahun 2019 yang berada di angka 5,02 persen.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni
TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan pemerintah bakal mengupayakan banyak hal untuk membuat pertumbuhan ekonomi bergerak ke arah yang lebih positif.
Pernyataan Maruf Amin tersebut menyikapi soal pertumbuhan ekonomi tahun 2019 yang berada di angka 5,02 persen.
"Usahanya banyak sekali, termasuk pariwisata ekonomi kreatif, penyegaran regulasi, omnibus law," kata Maruf Amin seusai menghadiri Munas PHRI dk Hotel Resinda, Karawang, Jawa Barat, Senin (10/2/2020).
Tak hanya itu, Maruf Amin juga menjamin investasi dan pengelolaan sumber daya manusia akan ditingkatkan.
Baca: Maruf Amin Minta Kepala BPKP Monitoring Dana Bansos
Secara spesifik, Maruf Amin menargetkan wisatawan dari negara-negara non-tradisional atau non konvesional yang bakal mengunjungi Indonesia.
"Jadi ini yang kita dorong dua hal ini: wisata nusantara dan daerah-daerah yang non tradisional, yang berbasis meeting, insentive, conferences, exhibitions (MICE)," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2019 sebesar 4,97 persen, lebih rendah dari periode yang sama pada 2018 (yoy) yaitu 5,18 persen.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan secara keseluruhan maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 mencapai 5,02 persen.
Baca: Muncul Opsi Ketiga Solusi Polemik Pemulangan WNI Eks ISIS, Komnas HAM Harap Maruf Amin Turun Tangan
"Pertumbuhan ekonomi kuartal IV naik 4,97 persen year on year. Sementara, dibanding kuartal sebelumnya mengalami kontraksi, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 adalah 5,02 persen," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Rinciannya, pertumbuhan pada kuartal I sebesar 5,07 persen, kuartal II sebesar 5,05 persen, kuartal III sebesar 5,02 persen, dan kuartal IV sebesar 4,97 persen.