Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Resmikan ISDC, Kakorlantas: Untuk Tekan Angka Kecelakaan

ISDC merupakan pusat belajar, berlatih, penelitian dan pengembangan keselamatan mengemudi dan mengendarai kendaraan bermotor serta perilakunya.

Resmikan ISDC, Kakorlantas: Untuk Tekan Angka Kecelakaan
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis didampingi Kakorlantas Polri Irjen Istiono Selasa (11/2/2020) ‎saat meresmikan Indonesia Safety Driving Center (ISDC) di Pusdik Lantas Serpong, Tangerang Selatan, Banten 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Selasa (11/2/2020) meresmikan Indonesia Safety Driving Center (ISDC) di Pusdik Lantas Serpong, Tangerang Selatan, Banten untuk menekan angka kecelakaan yang didominasi faktor pengemudi.

ISDC merupakan pusat belajar, berlatih, penelitian dan pengembangan keselamatan mengemudi dan mengendarai kendaraan bermotor serta perilakunya.

Selain itu ISDC juga berfungsi sebagai pusat pameran dan konferensi terkait road safety. Atas inovasi dari personelnya itu, Idham mengapresiasi.

Baca: Modus Para Penjahat Bobol Rekening Nasabah: Jual Beli Data hingga Duplikasi No Telepon Korban

"Saya mengapresiasi seluruh inovasi yang telah diukir jajaran Korlantas," tegas Idham.

Terpisah Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan ISDC merupakan implementasi amanat UULLAJ untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan serta membangun budaya tertib berlalu lintas.

Menurut Istiono, pembangunan ISDC dilatarbelakangi rasa keprihatinan atas tingginya tingkat kecelakaan di jalan raya. Terlebih di indonesia, ‎yang terlibat kecelakaan lalu lintas ialah mereka yang berusia 14 tahun hingga 39 tahun, mencapai 58 persen.

Baca: Pekerjakan PSK Selama 6 Bulan, Pasutri Muncikari di Kelapa Gading Dapat Rp 75 Ribu Per Transaksi

"Dari 58 persen itu, yang tertinggi adalah pada usia 20 tahun hingga 24 tahun sebanyak 18 persen dan 16 persen korban dari usia 15 tahun hingga 19 tahun. 90 persen faktor penyebab kecelakaan di jalan adalah manusia," tuturnya.

Istiono menambahkan di Indonesia, sekolah mengemudi yang memenuhi standar yang benar masih sedikit. Selain itu belum ada pula standar sekolah mengemudi dan pengujian praktek SIM yang memiliki standar dan akreditasi. Melihat kondisi ini, penting segera didirikan ISDC.

Lebih lanjut, ISDC diungkapkan Istiono bisa ‎membantu pemerintah dalam menyiapkan wadah belajar dan berlatih bagi pengawal maupun ajudan VVIP dan VIP, penguji sim, instruktur sekolah mengemudi, pengemudi profesi, petugas SAR, pembinaan komunitas, wadah penyaluran hobi, laboratorium road safety, test drive, kompetisi safety riding/ driving, penyelenggaraan seminar dan pameran teknologi road safety dan tempat belajar bagi para calon pengemudi.

ISDC dibangun di lahan seluas 15 hektar di Pusdik Lantas Serpong, Tangerang Selatan dengan dilengkapi 150 master trainer yang telah dididik di dalam dan luar negeri.

Istiono menambahkan membangun ISDC tidak mudah karena membutuhkan kebijakan yang mendukung, tim transformasi, pembangunan lapangan uji, peralatan uji kendaraan dan simulator, penyiapan master trainer, trainer dan training, manajemen pengelolaan dan sistem operasional, membangun konsorsium bagi pengelolaannya dan monev untuk pengembangan.

Ikuti kami di
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas