Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Partai Demokrat Hormati Sikap Politik PAN yang Tak Ingin Jadi Oposisi

Partai Demokrat tidak mempermasalahkan Partai Amanat Nasional (PAN) yang tidak ingin menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi

Partai Demokrat Hormati Sikap Politik PAN yang Tak Ingin Jadi Oposisi
Chaerul Umam
Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat tidak mempermasalahkan Partai Amanat Nasional (PAN) yang tidak ingin menjadi oposisi bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan hal itu merupakan sikap politik masing-masing partai.

"Apapun sikapnya Bang Zul (Ketum PAN Zulkifli Hasan), atau PAN setelah Kongres kemarin, tentu kita hormati, tidak ada masalah," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Baca: Gelar Bakti Sosial, Mabes Polri Operasi Bibir Sumbing dan Katarak Warga Jateng

Baca: Lewat Omnibus Law Cipta Kerja, Perizinan Akan Diganti Standardisasi

Baca: Anggota Komisi VI DPR: Kementerian BUMN Harus Menjaga Wibawa BUMN

Kata Hinca, hal itu merupakan keputusan internal partai berlambang matahari itu.

Karena itu, Demokrat tidak punya wewenang apapun untuk mencampuri rumah tangga PAN.

"Itu sikap masing-masing. Itu kan sikap politik. Saya kira sulit menanggapi rumah tangganya PAN," ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu menyatakan sikap partai politik itu adalah independen dengan kedaulatan yang dimilikinya.

Termasuk untuk menentukan apakah akan bergabung dengan koalisi pemerintah atau menjadi oposisi.

"Ya kan sikap politik semua partai politik adalah independen berdaulat penuh untuk itu," demikian Hinca Pandjaitan.

Ssbelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) belum jelas menentukan arah berkoalisi atau oposisi di Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Zulkifli Hasan terpilih sebagai Ketua Umum PAN Periode 2020-2025. Ia meraih suara lebih banyak dari Calon Ketua Umum lain, yakni Mulfachri Harahap dan Dradjad Wibowo. Zulkifli meraih 331 suara, Mulfachri 225 suara, Dradjas 6 suara, dan 3 suara tidak sah.

Zulkifli kini menjadi nahkoda partai berlambang matahari tersebut dengan Hatta Rajasa sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PAN.

Namun, Zulkifli belum menentukan arah partai apakah akan berkoalisi atau menjadi oposisi Pemerintahan Jokowi. Zulkifli mengatakan PAN tidak akan masuk ke dalam pemerintahan, tapi juga tidak sebagai oposisi pemerintah.

"Kita akan jadi mitra kritis, bisa memberikan solusi masalah-masalah yang dihadapi. Masuk tidak, oposisi juga tidak," ujar Zulkifli di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2/2020).

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas