Tribun

Kepala BNN Sebut Pil PCC Jadi Narkoba Populer di Kalangan Anak Muda

Tepat dua bulan lalu, pihaknya menggerebek pabrik yang membuat narkoba jenis PCC di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Kepala BNN Sebut Pil PCC Jadi Narkoba Populer di Kalangan Anak Muda
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko menyampaikan, narkoba jenis pil Paracetamol, Cafein dan Carisprodol (PCC) dan Tramadol menjadi yang paling diminati di kalangan anak muda zaman sekarang. Nama kedua narkotika itu populer sejak penangkapan pedangdut Lucinta Luna.

Selain memiliki harga murah, diungkapkan Heru, alasan narkoba jenis tersebut mulai digemari karena maraknya operasi penangkapan narkoba jenis ganja, sabu dan heroin di Indonesia. Alhasil, Tramadol dan PCC jadi alternatif di tengah kelangkaan jenis narkoba yang dahulu populer.

"Karena mungkin kayak heroin yang hampir tidak ada di Indonesia. Lalu sabu, ganja kita kirim operasi, nah ini yang kita takutnya, seperti yang tadi disampaikan tramadol, PCC itu yang terus diupayakan," kata Heru di Kantor BNN, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Baca: Lucinta Luna Terjerat Narkoba, Gebby Vesta Sindir Kena Karma karena Sombong: Bikin Happy

Baca: Prediksi Bhayangkara FC Vs Persik Kediri: Skuat Bertabur Bintang The Guardian Menang Lagi?

Tepat dua bulan lalu, pihaknya menggerebek pabrik yang membuat narkoba jenis PCC di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ketika itu, belakangan diketahui pabrik itu membuat sebanyak 2 juta butir PCC dalam tempo sehari saja.

"Itu menghasilkan PCC 2 juta butir perhari. Itu yang menjadi fokus kita juga untuk mengurangi dan meniadakan narkoba baik dari luar maupun dalam negeri," ungkap dia.

Untuk Tramadol, ia mengakui memang obat itu merupakan obat yang bisa dibeli asal memiliki resep dari dokter. Untuk itu, ia meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengawasi pembelian obat tersebut secara ilegal tanpa resep dokter.

"Pengawasnya di toko obat yang harus perhatikan. Kita kerja sama dengan BPOM di daerah dan BNN di daerah bersama-sama mengawasi toko obat supaya tidak sembarangan. Harus ada resep dokter," tukas dia.

Sebelumnya, Lucinta Luna diciduk di apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat pada Selasa (11/2/2020).

Dia ditangkap bersama tiga orang lainnya, yakni pasangannya dan dua orang staf. Hanya, Lucinta Luna yang positif narkoba.

Polisi menemukan lima butir pil putih riklona , tujuh butir pil tramadol serta pil yang diduga ekstasi dari penggerebekan Lucinta Luna.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas