Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Beda Pendapat PAN dan PDIP Soal Presentase Kepuasan Kinerja Wapres Ma'ruf Amin

PAN dan PDI-P memberikan pendapat yang berbeda soal presentase tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wapres Ma'ruf Amin yang hanya mencapai 49%

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
zoom-in Beda Pendapat PAN dan PDIP Soal Presentase Kepuasan Kinerja Wapres Ma'ruf Amin
Tribunnews.com/Reza Deni
Wakil Presiden, Ma'ruf Amin (Tribunnews.com/Reza Deni) 

TRIBUNNEWS.COM - Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei kepuasan terhadap kinerja 100 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Dalam hasil survei, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi lebih besar dibanding dengan Ma'ruf Amin.

Dimana tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wapres Indonesia ini hanya 49,6 persen.

Bahkan angka tersebut juga lebih kecil ketimbang hasil survei pada 2015 lalu.

Kala itu, Jusuf Kalla yang menjabat sebagai Wapres mendapatkan angka hingga 53,3 persen.

Kabar tersebut kemudian mendapat tanggapan dari sejumlah pihak, termasuk Politikus.

Baca: 10 Menteri Jokowi-Maruf Terpopuler Survei Indo Barometer: Prabowo Teratas, Nadiem Makarim Lima Besar

Politikus PDI-P Trimedya Panjaitan mengungkapkan kerja Ma'ruf Amin selama ini memang tidak dipublikasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Politikus PAN Saleh Daulay menilai kerja Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden belum nampak secara signifikan.

Berikut penjelasan lengkapnya yang Tribunnews rangkum dari berbagai sumber.

e

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin (Reza Deni/Tribunnews.com)

Politikus PDI-P Trimedya Panjaitan

Politikus PDI-P Trimedya Panjaitan mengungkapkan bahwa Ma'ruf Amin selama ini telah menjalankan tugasnya sebagai wapres namun jarang diberitakan.

"Pak Ma'ruf kan (kerja) jalan terus, cuma kan bisa saja kurang terpublikasi," ujarnya yang dikutip dari Kompas.com.

"Enggak mungkin wapres di kantor terus, merem," imbuhnya.

Lebih lanjut, Trimedya menyinggung terkait kepopuleran Ma'ruf Amin yang kalah dengan para menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Baca: Maruf Minta BTN Beri Akses Kredit Pemilikan Rumah ke Marbot Masjid

Menurut Trimedya itu merupakan hal yang wajar, mengingat para menteri memiliki tugas berat dan dituntut melakukan inovasi yang dinilai dapat memancing perhatian publik.

"Kalau Erick Tohir populer kan wajar, tugas dia berat membenahi BUMN, membuat terobosan baru di BUMN dan Erick kan termasuk yang berani melakukan itu, kemudian dia terkenal, ya wajar," jelasnya.

"Kalau Sri Mulyani kan menteri lama dan dia juga jangankan di dalam, di luar negeri juga dia laku," tegasnya.

Politikus PAN Saleh Daulay

Tanggapan berbeda diungkapkan oleh Politikus PAN, Saleh Daulay.

Saleh mengaku tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Ma'ruf Amin yang cenderung rendah dinilai wajar.

Pasalnya ia menilai selama ini Ma'ruf Amin belum menunjukkan peran strategisnya dalam menjalankan program pemerintah.

Selain itu, Wapres RI ini juga jarang muncul di publik.

"Kalau mau jujur, Ma’ruf Amin bisa jadi lebih jarang muncul dibandingkan dengan beberapa menteri yang ada," ujarnya yang dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Saleh mengungkapkan bahwa dalam kegiatan pemerintahan porsi Ma'ruf Amin lebih sedikit dibanding Presiden Jokowi.

"Mungkin sudah bagi tugas dengan presiden," kata Saleh.

"Saya dengar, satu di antara tugas wakil presiden adalah fokus dalam bidang program deradikalisasi. Kalau itu, tentu porsinya sangat sedikit," jelasnya.

Tanggapan Juru Bicara Wapres

Sementara itu, Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi buka suara terkait hasil survei yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Indo Barometer.

Menurutnya kerja Ma'ruf Amin terkait langkah-langkah strategis yang memang jarang dipublikasikan.

"Fokus dari wapres itu lebih banyak sedang merumuskan langkah-langkah koordinasi yang efektif," ujarnya yang dikutip dari Tribunnews.com.

Lebih lanjut, Masduki menambahkan ada kondisi di mana wapres dalam 3 bulan ini sedang melakukan penyusunan langkah-langkah strategis untuk berkoordinasi dengan sejumlah Kementerian negara.

Tetapi itu tidak pernah menjadi berita penting.

Masduki kemudian memberikan contoh terkait persoalan yang dikerjakan oleh Ma'ruf Amin beserta jajaran kementerian yang terkait.

"Contoh misalnya soal radikalisme," kata Masduki.

Baca: Wapres Maruf Amin Pimpin Rapat Pleno TNP2K, Bahas Target Penurunan Kemiskinan

"Radikalisme itu dengan sektor misalnya BNPT sekarang sedang dibikin roadmap, langkah-langkah yang di bawah koordinasii wapres agar pendekatan mengenai radikalisme itu dilakukan pendekatan dari hulu sampai ke hilir," jelasnya.

Tak hanya radikalisme, ia juga menyebut persoalan seperti UMKM, stunting, industri halal, dan ekonomi umat.

Kendati demikian, Masduki mengaku tidak mempermasalahkan hasil survei yang dikeluarkan oleh Indo Barometer.

Diberitakan sebelumnya, menurut survei Indo Barometer, tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi sebesar 70,1 persen, sementara responden yang tidak puas sebanyak 27,4 persen.

Di sisi lain, tingkat kepuasan publik terhadap wakil presiden saat ini hanya 49,6 persen, sedangkan yang tidak puas sebesar 37,5 persen.

Sementara tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para Menteri Kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin sebesar (54.4%). Yang tidak puas (28.1%).

(Tribunnews.com/Isnaya Helmi Rahma/Reza Deni, Kompas.com/Haryanti Puspa Sari/Tsarina Maharani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas