Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Punya Bonus Demografi Luar Biasa, Indonesia Jangan Sampai Gagal Seperti Brasil dan Afsel

Jepang dinilai berhasil mengelola bunus demografi sehingga mampu menghasilkan mobilitas penduduk dengan produktivitas tinggi.

Punya Bonus Demografi Luar Biasa, Indonesia Jangan Sampai Gagal Seperti Brasil dan Afsel
DOK PGK
Acara diskusi membedah topik tentang bonus demgrafi di kantor DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan di Jl Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2020). 

Resesi ekonomi yang terjadi di Brasil telah banyak mempengaruhi sektor formal sehingga pemerintah lebih memprioritaskan alokasi sumber daya untuk kebutuhan jaring pengaman sosial dan pensiun.

Hal tersebut mengakibatkan defisit anggaran yang sangat besar sehingga Brasil tidak mampu mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk penyediaan akses pendidikan yang berkualitas, infrastruktur, kesehatan dan penyediaan lapangan pekerjaan.

Sedangkan untuk kasus Afrika Selatan, permasalahan utama terkait tingginya angka pengangguran. Terjadi diskoneksi antara tingkat pertumbuhan angkatan kerja yang tidak bisa diimbangi oleh tingkat pertumbuhan lapangan pekerjaan.

Hal ini akibat adanya skill mismatch antara apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja dengan apa yang bisa ditawarkan oleh pekerja.

Mismatch yang ada disebabkan karena kualitas pendidikan yang kurang baik dan kegagalan pemerintah meng-link-an antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

“Sekitar 53% generasi milenial di Afrika Selatan menganggur karena tidak terserap pasar tenaga kerja,” kata Arif.

Karena itu, dalam konteks memanfaatkan momentum bonus demografi, Pemerintah RI akan mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM). Karena peningkatakan indeks pembangunan manusia sebesar 1 persen saja mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 5 persen.

“Melalui berbagai ikhtiar diharapkan kita dapat keluar dari middle income trap, kejemuan pertumbuhan lima persen serta ketimpangan yang memecah persatuan bangsa,” ujar Arif Budimanta.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas