Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Takut Ada Penularan Berkesinambungan, Kemenkes Minta Kemenlu Jangan Buru-buru Evakuasi WNI di Jepang

Alasan kajian tersebut karena proses penyebaran COVID-19 di Kapal Diamond Princess dinilai lebih kompleks dibandingkan di Wuhan.

Takut Ada Penularan Berkesinambungan, Kemenkes Minta Kemenlu Jangan Buru-buru Evakuasi WNI di Jepang
Facebook Noor Hisham Abdullah
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah mengunggah informasi terkait hal itu di halaman Facebooknya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Kesehatan meminta kepada Kementerian Luar Negeri agar tidak buru-buru mengevakuasi 75 WNI kru kapal Diamond Princess yang sedang menjalankan karantina akibat COVID-19.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menyebutkan perlu ada kajian yang panjang dulu.

“Menkes memberikan saran ke Menlu untuk tidak buru buru menjemput mereka seperti di Hubei karena harus ada kajian lebih dalam lagi,” ucap Yuri di Rakerkesnas Kementerian Kesehatan, di Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Baca: Virus Corona Covid-19 Sebabkan Harga Durian Musang King di Penang Turun hingga Setengah

Baca: Kesehatan WNI Kru Kapal Diamond Princess yang Positif COVID-19 Dipastikan Stabil

Alasan kajian tersebut karena proses penyebaran COVID-19 di Kapal Diamond Princess dinilai lebih kompleks dibandingkan di Wuhan.

Terlihat dari semakin banyaknya penumpang kapal yang dinyatakan positif COVID-19 ditengah-tengah masa karantina kapal yang berlangsung selama 14 hari.

n Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto Rakerkena
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto Rakerkenas Kementerian Kesehatan, di Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

“Ada yang postif (COVID-19) hari kelima, keenam, ketujuh, dan WNI kita ketika hari ke-10 sakitnya, hari ke-11 pun masih ada yang positif. Yang kita takutkan ada penularan berkesinambungan, ini yang menyebabkan cukup kompleks,” tutur Yuri.

Jumlah penumpang yang positif COVID-19 di Kapal Diamond Princess ini terus bertambah diperkiraka karena sirkulasi udara yang tertutup selama 14 hari masa karantina.

“Kapal pesiar ini memiliki sirkulasi udara yang relatif tertutup, seperti di rungan saja didinginkan dengan AC itu hanya muter gitu saja udaranya. Ini yang jadi kesulitan kenapa di Diamond Princess jadi beda,” ucap Yuri.

Sementara itu saat ini ada 244 penumpamg Kapal Diamond Princess yang positif COVID-19 termasuk tiga orang WNI yang proses perawatannya ditangani otoritas kesehatan Jepang.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas