Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tragedi Susur Sungai

Politikus PDIP: Tragedi Susur Sungai Pelajar SMPN 1 Turi Adalah Tanggung Jawab Sekolah

Sekolah harus bertanggung jawab dalam tragedi susur sungai pelajar SMPN 1 Turi di Sleman, Yogyakarta yang memakan korban jiwa sebanyak 10 orang.

Politikus PDIP: Tragedi Susur Sungai Pelajar SMPN 1 Turi Adalah Tanggung Jawab Sekolah
tribunnews.com/ Chaerul Umam
Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2019). 

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah kanal YouTube KompasTV.

Selain itu, ia sempat menolong tiga temannya yang hanyut terbawa air banjir.

Baca: Kesaksian Siswi SMP 1 Turi yang Selamat Susur Sungai Sempor: Pembina Sempat Diingatkan Warga

SMPN 1 Turi Sleman, Tita Farza Pradita menceritakan detik-detik daat dirinya hanyut terseret arus Sungai Sempor (Tangkap Layar Youtube KompasTV).
SMPN 1 Turi Sleman, Tita Farza Pradita menceritakan detik-detik daat dirinya hanyut terseret arus Sungai Sempor (Tangkap Layar Youtube KompasTV). (Youtube KompasTV)

"Pertamanya itu dari garis start belum banjir, tapi semakin lama air naik."

"Saya cuma berdua sama teman saya Via itu bilang 'Ta aku udah nggak kuat', terus tak suruh pegangan di pundak," terang Tita.

Tita juga diminta menolong adik kelas yang meminta bantuan.

"Habis itu ada adik kelas bilang, 'Mbak itu ditolong kasihan sudah hanyut dari atas' terus tak tolong," ucapTita.

"Adik kelas ada dua. Jadi tangan kanan megangin yang cewe, tangan kiri megang yang cowo. Via tak taruh di pundak, sambungnya.

Lebih lanjut, Tita berujar saat menolong tiga temannya itu dirinya juga ikut hanyut.

Baca: Pencarian Korban Susur Sungai Dilanjutkan, Tim akan Menyelam di 5 Palung

Ia menyebut saat kegiatan susur sungai tidak ada pembina Pramuka yang mendampingi.

Tita menceritakan sesaat sebelum dimulai kegiatan susur sungai sang pembina ini memberikan pesan.

"Sempat (ketemu kakak pembina) cuma bilang hati-hati," ungkapnya.

Ia mengatakan warga sudah memperingatkan pembina Pramuka kalau lebih baik tidak melaksanakan kegiatan susur sungai.

"Tapi itu katanya sama warga sudah diingetin mending nggak usah tapi tetap melanjutkan."

"Mendengar ada yang memperingatkan warga, katanya (kakak pembina) ya nggak papa kalau mati juga ditangan Tuhan," jelas Tita. 

(Tribunnews.com/Indah Aprilin Cahyani/TribunJogja.com)

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas