Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AJI Jakarta Ingatkan Pers Jangan Utamakan Sensasi dari Korban Corona

AJI Jakarta menyerukan perusahaan media wajib membekali alat kesehatan bagi jurnalis yang meliput perihal Covid-19.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in AJI Jakarta Ingatkan Pers Jangan Utamakan Sensasi dari Korban Corona
Screenshoot Youtube KompasTV
Johnny G Plate tegaskan masyarakat jangan menyebar hoaks isu virus Corona. Hingga hari ini, Minggu (1/3/2020) terdapat penambahan hoaks menjadi 142 isu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kepada publik ada dua warga negara Indonesia positif terkena virus corona (Covid-19).

Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani mengatakan, pada Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999, pers nasional memiliki peran sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial.

"Juga berkewajiban untuk memberikan informasi yang tepat, akurat, dan benar," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Senin (2/3/2020).

Baca: Dua Pasien Corona Tertular Sahabatnya yang Merupakan WN Jepang

Namun, Asnil menyampaikan, perusahaan media harus ingat dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, para pemberi kerja harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja para jurnalis.

Maka itu, ia menambahkan, AJI Jakarta menyerukan perusahaan media wajib membekali alat kesehatan bagi jurnalis yang meliput perihal Covid-19.

Media juga diminta menjaga kerahasiaan identitas pasien dan keluarganya seperti nama lengkap dan alamat, guna menghindari kepanikan massal.

Baca: 4 Cara Penularan Virus Corona: Kontak Tubuh hingga Kontaminasi Feses

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian, lanjut Asnil, media juga diharapkan dapat menggunakan narasumber yang berkompeten dalam kasus Covid-19.

"Selain itu, pers tidak mengutamakan sensasi dari korban dan keluarga dan pemerintah wajib memberikan informasi akurat, kredibel dan transparan dalam perkara Covid-19," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas