Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Akibat Virus Corona, Indonesia Diundur Jadi Anggota FATF

Badaruddin mengatakan, dengan pengunduran jadwal MER ini, keanggotaan Indonesia di FATF terpaksa mundur dari target awal.

Akibat Virus Corona, Indonesia Diundur Jadi Anggota FATF
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Kiagus Ahmad Badaruddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia mesti sabar agar dapat menjadi anggota resmi Financial Action Task Force (FATF). Hal itu disebabkan wabah Corona yang telah masuk ke Tanah Air.

"Pertama, karena keadaan corona ini, maka Mutual Evaluation Review (MER) diundur oleh FATF sendiri karena tiga asesornya berasal dari negara yang melarang warganya untuk keluar," ucap Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin seusai acara Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

"Ada Taipei, Macau. Ada enam asesor, nah tiga asesor tidak bisa datang. Oleh karena itu, FATF menunda review," sambung dia.

Baca: Biaya Perawatan Pasien Virus Corona Ditanggung Negara

Badaruddin mengatakan, dengan pengunduran jadwal MER ini, keanggotaan Indonesia di FATF terpaksa mundur dari target awal.

Namun, dia tetap optimistis, status observer yang selama ini disandang Indonesia dapat ditingkatkan menjadi anggota tetap FATF.

"Iya tentu akan mundur lagi. Dulukan kita berharap di Oktober 2021, kita sudah dapat kepastian apakah Indonesia bisa jadi anggota penuh. Maka, mungkin kita usahakan tidak mundur penentuan itu, kita usahakan tetap di sana. Kalau tidak bisa, ya paling mundur beberapa bulan," ujar Badaruddin.

Badaruddin mengakui hingga saat ini FATF belum menentukan kembali jadwal MER terhadap Indonesia. Hal ini mengingat virus corona yang masih menjadi persoalan di sejumlah negara.

Baca: Total Ada 8 Pasien Yang Dirawat Terkait Virus Corona di Ruang Isolasi RSPI, Dua Orang Positif

"Belum, mereka sampaikan belum bisa berikan waktu yang pasti. Karena mereka juga harus melihat perkembangan dari corona," kata Badaruddin.

FATF atau Kelompok Kerja Aksi Keuangan untuk Pencucian Uang merupakan badan antar pemerintah yang dibentuk dalam Pertemuan G7 pada tahun 1989 di Paris oleh para Menteri di yurisdiksi anggotanya.

Pembentukan FATF bertujuan menetapkan standar dan mempromosikan pelaksanaan yang efektif dari langkah-langkah hukum, peraturan dan operasional untuk memberantas pencucian uang, pendanaan teroris dan ancaman terkait lainnya terhadap integritas sistem keuangan internasional.

Proses pengajuan Indonesia menjadi anggota organisasi ini sudah dimulai sejak 2017. 

Baca: KPK Masih Terus Cari 7 Buronan Korupsi

Indonesia pun telah melewati sejumlah tahapan seleksi anggota tetap FATF sejak 2019 lalu. Tahap terakhir yang diselesaikan adalah klarifikasi data dan informasi dari Tim Asesor FATF.

Namun, tiga anggota tim asesor FATF berasal dari negara yang melarang warganya bepergian ke luar negeri untuk mencegah penyebaran virus corona. Akibatnya, FATF terpaksa mengundurkan jadwal Mutual Evaluation Review terhadap Indonesia.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas