Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Alumnus Kanisius Mengenang Masa-masa Saat Menerima Ijazah dari Roeslan Abdulgani Menteri Negara 1965

Lulusan SMA Kanisius tahun 1965 mengenang saat dirinya menerima ijazah langsung dari Menteri Koordinator Hubungan Rakyat, Roeslan Abdulgani.

Alumnus Kanisius Mengenang Masa-masa Saat Menerima Ijazah dari Roeslan Abdulgani Menteri Negara 1965
Foto Istimewa
Jusni Hilwan sedang menerima sertifikat ijazah kelulusan SMA Kanisius tahun 1965 dari Menko Hubungan Rakyat Roeslan Abdulgani. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jusni Hilwan, lulusan SMA Kanisius tahun 1965 mengenang saat dirinya menerima ijazah langsung dari Menteri Koordinator Hubungan Rakyat, Roeslan Abdulgani tahun 1965 lalu.

Saat itu untuk pertama kalinya di Indonesia, seorang menteri kesayangan Bung Karno, Menteri Koordinator Hubungan Rakyat, Roeslan Abdulgani turun langsung memberikan ijazah lulus para siswa SMA di Jakarta bulan Juni 1965.

Yang masih membekas di benaknya Roeslan Abdulgani adalah seorang menteri negara, tetapi dia memberikan kepada siswa sekolah swasta, bukan sekolah negeri.

Baca: VIRAL Penumpang Gantikan Sopir Taksi Online yang Capek dan Ngantuk, Banjir Pujian dari Warganet

Baca: KPK Siapkan Hand Sanitizer di Gedung Merah Putih

Padahal umumnya ijazah tersebut biasanya diberikan kepala sekolah, namun kali itu diberikan oleh seorang menteri negara.

Tentu sebuah kebanggaan bagi sekolah dan muridnya tersebut yang berada di Jalan Menteng Raya 64 Jakarta Pusat menerima ijazah langsung dari seorang menteri.

Foto saat upacara penyerahan sertifikat ijazah lulus SMA Kanisius yang diterima murid dan orang tua murid dari Menko Hubungan Rakyat Roeslan Abdulgani.
Foto saat upacara penyerahan sertifikat ijazah lulus SMA Kanisius yang diterima murid dan orang tua murid dari Menko Hubungan Rakyat Roeslan Abdulgani. (Foto Kompas)

Satu hal lagi yang menurutnya juga menarik.

Saat itu Roeslan Abdulgani menggunakan tangan kiri karena tangan kanannya terluka akibat menjadi korban saat perang melawan Belanda di saat perang dunia lalu.

Baca: Nelayan yang Hilang di Perairan Madura Akhirnya Ditemukan

Baca: UPDATE Kabar Dua Pasien Positif Virus Corona: Kondisinya Bagus

"Senang sekali saya karena tahu siapa Cak Roeslan patriot bangsa Indonesia," kata Jusni Hilwan, lulusan 1965 Kanisius kepada Tribunnews.com, Selasa (3/3/2020).

Sekolah Kanisius atau biasa disingkat CC (Canisius College) memang banyak memunculkan pemimpin negara seperti salah seorang menteri saat ini juga lulusan CC tahun 1981.

Demikian pula jabatan puncak lain di masyarakat seperti gubernur, presiden direktur perusahaan besar sampai dengan orang terkaya di dunia peringkat sepuluh besar versi majalah Forbes sekitar 15 tahun lalu, adalah juga mantan lulusan Kanisius.

Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas