Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Harun Masiku Buron KPK

Investigasi Ombudsman RI Terkait Disinformasi Buronan KPK Harun Masiku Tuntas Dalam 2 Pekan ke Depan

Ombudsman RI sedang menelisik data Imigrasi terkait simpang siurnya informasi keberadaan eks caleg PDIP Harun Masiku.

Investigasi Ombudsman RI Terkait Disinformasi Buronan KPK Harun Masiku Tuntas Dalam 2 Pekan ke Depan
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai di kantornya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ombudsman RI sedang menelisik data Imigrasi terkait simpang siurnya informasi keberadaan eks caleg PDIP Harun Masiku yang kini masih menjadi buronan KPK atas kasus dugaan suap proses PAW Anggota DPR.

Ombudsman RI menargetkan tim khusus yang dibentuk dapat menyampaikan hasil investigasinya dalam rapat pleno yang akan digelar dua pekan ke depan.

Baca: KPK Masih Belum Bisa Deteksi Keberadaan Harun Masiku

"Kita beri waktu paling lama 2 minggu ke depan, karena disampaikan ke pleno," kata Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Diketahui, Ditjen Imigrasi dan Menkumham Yasonna Laoly sebelumnya sempat menyebut Harun Masiku terbang ke luar negeri pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK menggelar OTT dan belum kembali ke Indonesia.

Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun Masiku telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah ramai pemberitaan, Ditjen Imigrasi kemudian meralat dan membenarkan Harun Masiku telah kembali ke Indonesia.

Baca: ICW Nilai KPK Tak Serius Buru Harun Masiku

Akibat simpang siurnya informasi itu, Yasonna mencopot atau mem-fungsional-kan Ronny Sompie dari jabatannya sebagai Dirjen Imigrasi.

Belakangan, tim investigasi yang dibentuk Yasonna menyebut kesimpangsiuran informasi kedatangan Harun Masiku disebabkan tidak sinkronnya data di Personal Computer (PC) di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta dengan server lokal Bandara Soekarno-Hatta dan server Pusat Data Keimigrasian (Pusdakim) di Ditjen Imigrasi.

Amzulian mengakui, investigasi atau penelusuran yang dilakukan Ombudsman lebih lama ketimbang tim bentukan Yasonna.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas