Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Masker Langka dan Harganya Melonjak, KPPU Klaim Tidak Temukan Adanya Pelanggaran

KPPU menyoroti kelangkaan hingga meroketnya harga masker jenis surgical mask atau masker bedah yang biasa ditemukan di pasaran.

Masker Langka dan Harganya Melonjak, KPPU Klaim Tidak Temukan Adanya Pelanggaran
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
ILUSTRASI - Cek Harga Masker di Pasar Pramuka dan Toko Online, N95 Bisa Capai Rp 1,8 Juta Akibat Coronavirus 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyoroti kelangkaan hingga meroketnya harga masker jenis surgical mask atau masker bedah yang biasa ditemukan di pasaran. 

Lembaga ini melakukan penelitian terkait fenomena yang muncul akibat mewabahnya virus corona (Covid-19).

Dalam penelitian yang dilakukan KPPU itu, tidak ditemukan adanya pelanggaran oleh para produsen produk satu ini.

Seperti yang disampaikan Komisioner KPPU Guntur Saragih, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KPPU, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020) sore.

"Dari penelitian yang sudah dilakukan, kami memang tidak temukan adanya pelaku usaha yang melanggar," ujar Guntur.

Baca: Apa Kabar Prisa Rianzi? Ini Ceritanya Saat Hamil Anak Pertama Hingga Muncul Keinginan Bunuh Diri

Baca: Keluarga Ayu Ting Ting Batasi Aktivitas di Luar Rumah Setelah 2 Warga Depok Terjangkit Virus Corona

Berdasar hasil penelitian, melonjaknya harga masker saat ini didorong faktor meningkatnya permintaan masyarakat selaku konsumen, sementara persediaan stok masker pun memiliki keterbatasan.

"(Kami menilai) kenaikan harga masih dalam konteks hukum pasar ya," kata Guntur.

Halaman
1234
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas