Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Soal Virus Corona, Warga Diimbau Tak Panik Lalu Timbun Kebutuhan Pokok

Justru, lanjut Said, kepanikan masyarakat yang berlebihan ini biasanya dimanfaatkan oleh para spekulan pangan.

Soal Virus Corona, Warga Diimbau Tak Panik Lalu Timbun Kebutuhan Pokok
TRIBUNNEWS.COM/IST
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah meminta pemerintah mengevaluasi kembali Ujian Akhir Nasional (UAN) , Kamis (28/11/2018). di Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/IST 

"Akibatnya, harga sulit dikendalikan sebab yang berlaku ialah mekanisme pasar. Dan yang rugi ya masyarakat," katanya.

Karenanya, Said menghimbau masyarakat untuk tidak perlu panic dengan melakukan aksi borong bahan pokok. Pasalnya, pemerintah menjamin pasokan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi.

“Jadi, berbelanjalah dengan bijaksana, tidak perlu memborong. Saya pastikan, stock kebutuhan bahan pokok mencukupi, nggak perlu panic,” jelasnya.

Selain memitigasi dampak virus Corona ini, Said juga meminta pemerintah agar fokus, menjaga perekonomian nasional disamping tetap berusaha untuk mencapai target-target yang terdapat dalam APBN 2020.

Walaupun Pemerintah harus mengeluarkan anggaran cukup besar, langkah antisipatif bisa meminimalisir dampak ekonomi yang ditimbulkan.

“Keselamatan jiwa masyarakat tetap harus diutamakan. Termasuk membatasi sementara mobilitas orang dari dan ke negara yang memang menjadi kawasan penyebaran corona,” tuturnya.

Said yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian ini menjelaskan, dampak yang paling cepat dirasakan oleh Indonesia akibat virus Corona ini adalah, terganggunya ekspor dan impor nasional.

Terganggunya perekonomian China, akan berdampak terhadap permintaan terhadap barang komoditas yang menjadi andalan selama ini, seperti batu bara dan kelapa sawit.

Selain itu, juga akan berdampak terhadap ketersediaan barang impor, sehingga akan berpengaruh terhadap industri yang bahan baku atau barang modalnya berasal dari China.

Oleh sebab itu, dalam jangka pendek, APBN harus mampu menstimulus permintaan domestik melalui kebijakan fiskal yang tepat sasaran.

“Saya akan terus mendorong, agar belanja pemerintah mampu meningkatkandaya beli masayarakat, melalui konsumsi rumah tangga sesegera mungkin. Seperti beberapa program, diantaranya, Program Keluarga Harapan (PKH),Padat Karya Tunai, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” pungkasnya.

Ikuti kami di
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas