Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mahfud MD Minta Penceramah Agama di TV Tidak Menakut-nakuti

Ia mengatakan hal itu karena pemirsa TV tidak memiliki kemampuan dalam menyerap informasi yang sama rata.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Mahfud MD Minta Penceramah Agama di TV Tidak Menakut-nakuti
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mahfud MD usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta para penceramah agama tidak menimbulkan ketegangan dan menakut-nakuti ketika menyampaikan ceramahnya.

Ia mengatakan hal itu karena pemirsa TV tidak memiliki kemampuan dalam menyerap informasi yang sama rata.

"Saudara, kalau berceramah juga jangan menimbulkan ketegangan dan nakut-nakuti. TV itu yang nonton banyak lho. Bukan hanya orang yang standard otak dan pengalamannya sama. Jadi kadangkala kalau menakut-nakuti itu menimbulkan ketegangan," kata Mahfud dalam acara Standardisasi Kompetensi Dai di kantor MUI Jakarta Pusat pada Kamis (5/3/2020).

Baca: Timbun Masker untuk Ambil Untung dari Wabah Virus Corona Bisa Dianggap Kejahatan Ekonomi

Ia juga meminta agar para penceramah tetap berada dalam prinsip.

Mahfud pun membolehkan para penceramah menyelipkan humor selama humor tersebut mendidik.

"Sehingga para pendengar itu bisa merasa damai. Bersemangat menjalankan ajaran agama. Tidak menjadi marah," kata Mahfud.

Baca: Timbun 60 Ribu Masker, Dua Orang jadi Tersangka di Jakarta Utara

Menurut Mahfud, hal tersebut penting karena ceramah yang menakut-nakuti dan menimbulkan ketegangan dapat membuat masyarakat yang masih rendah pemahaman agamanya menjadi terpengaruh.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih jauh, menurut Mahfud, hal itu bisa menimbulkan ekstremisme dan radikalisme.

"Dan orang yang masih rendah pemahaman agamanya menjadi terpengaruh. Itulah yang kemudian menimbulkan ekstremisme, radikalisme, ditakut-takuti tanpa dasar yang kuat," kata Mahfud.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas