Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Belum Akan Evakuasi WNI dari Italia, Ini Penyebabnya

Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Senin (9/3/32020), terdapat kurang lebih 1.239 WNI yang tinggal di wilayah yang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pemerintah Belum Akan Evakuasi WNI dari Italia, Ini Penyebabnya
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Juru bicara (jubir) pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (9/3/2020). 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Wabah virus corona di Italia membuat pemerintah setempat melakukan lock down terhadap sejumlah wilayah.

Juru bicara pemerintah untuk penanggulangan wabah virus coronaAchmad Yurianto mengatakan bahwa pemerintah Indonesia belum akan mengevakuasi WNI dari negara Pizza tersebut.

"Italia masih sanggup merawat WNI kita yang ada di sana," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, (9/3/2020).

Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Senin (9/3/32020), terdapat kurang lebih 1.239 WNI yang tinggal di wilayah yang di-lock down per hari Minggu (8/3/2020).

Baca: Virus Corona dan Dampaknya terhadap Pariwisata Bali: Hotel Sepi, Kontrak Karyawan Tak Diperpanjang

Adapun wilayah yang di-lock down pemerintah Italia yakni: Lombardia, wilayah Veneto (Provinsi Venezia, Padova, Treviso), wilayah Emillia Romagna (Provinsi Modena, Parma, Piacenza, Reggio Emilia, Rimini), wilayah Piemonte (Provinsi Alessandria, Asti, Novara, Verbano, Vercelli), dan wilayah Marche (Provinsi Pesaro-Urbino). Meskipun demikian berdasarkan informasi yang diterima Kemenlu belum ada WNI yang terinfeksi Corona di Italia

Menurut Yurianto, pemerintah Italia masih bertanggungjawab terhadap para WNI yang di sana. Oleh karena itu pemerintah belum akan mengevakuasi WNI.

Baca: Virus Corona Menyebar di 102 Negara, Lebih 110 Ribu Orang Positif

" (Italia) masih bertanggung jawab untuk itu. Jadi kita tak terlalu mempermasalahkan itu," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas