Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Faktor Ganjar, Risma dan Kaderisasi Internal Membuat Survei PDIP Naik, PAN Dikhawatirkan Menurun

Sedangkan, dia mengungkapkan, PAN sebagai partai berbasis agama malah mengalami penurunan elektabi

Faktor Ganjar, Risma dan Kaderisasi Internal Membuat Survei PDIP Naik, PAN Dikhawatirkan Menurun
YouTube/Ganjar Pranowo
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam suatu acara viral di media sosial. 

“Jika pola partai dengan berbasis agama seperti PAN telah gagal melahirkan ketokohan yang kuat dan visioner. Bisa bisa masa depan PAN sebagai sebuah partai akan suram. Di waktu yang sama PDIP semakin optimis dalam memenangkan 2024, di bawah kepemimpinan Ibu Mega yang dinilai sukses,” tutupnya.

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia (PDI)-Perjuangan mendapat dukukungan keterpilihan tertinggi sebesar 31,7% versi hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS) yang dirilis di Jakarta, Rabu (10/3).

Direktur Eksekutif CPCS, Tri Okta S.K., mengatakan, tingginya elektabilitas PDIP tak dipungkiri merupakan imbas dari kemenangan Joko Widodo (Jokowi) 2 kali berturut-turut.

Adapun untuk posisi papan atas selanjutnya masing-masing Partai Gerindra 14,5% dan Partai Golkar 8,9%. Ketiga partai ini bertengger di papan atas karena mendominasi percaturan politik Tanah Air.

Selain itu, lanjut Okta, ketiga partai tersebut menjadi penentu kebijakan di legislatif maupun eksekutif, dengan PDIP sebagai inti dari segitiga kekuatan dominan tersebut.

Sedangkan untuk papan tengah, kata Okta dalam keterangan pers, masing-masing PKS 6,7%, PKB 5,9%, Demokrat 4,6%, dan PPP 3,1%. "PKS menjadi partai Islam paling unggul, jika dilihat meningkatnya partisipasi dari Pileg 2014 ke 2019 tampaknya PKS berhasil merebut suara golput dari pemilih Islam," ujarnya.

Parpol yang menghuni papan bawah yakni ?NasDem 2,9%.

Angka ini turun drastis dari perolehan suara pada Pileg 2019. Kemudian PSI naik ke angka 2,8%. PAN 1,6%, Hanura 0,9%, Perindo 0,7%, Berkarya 0,6%, Garuda 0,4%, PBB 0,3%, dan PKPI 0,1%.

"Selain PAN, partai-partai tersebut pada Pileg 2019 lalu gagal mengirim wakil ke Senayan, dan diperkirakan akan kembali menjadi partai gurem," kata Okta.

Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas