Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KPK Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen Pegawai

Program rekrutmen pegawai KPK selalu diumumkan melalui situs resmi KPK dan surat kabar nasional serta tidak pernah memungut biaya administrasi

KPK Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Berkedok Rekrutmen Pegawai
Net
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai terhadap pihak-pihak yang mengaku KPK atau bekerja sama dengan KPK dengan modus rekrutmen pegawai.

Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati menerangkan, saat ini KPK tidak sedang membuka rekrutmen pegawai.

Program rekrutmen pegawai KPK selalu diumumkan melalui situs resmi KPK dan surat kabar nasional serta tidak pernah memungut biaya administrasi kepada para calon pelamar.

KPK, imbuh Ipi, juga mengingatkan bahwa saat ini terdapat beberapa pihak yang mengaku sebagai mitra atau pihak kepanjangan KPK dengan menggunakan nama organisasi kemasyarakatan yang mirip KPK serta dalam kegiatannya menggunakan nama KPK.

Baca: Akibat Wabah Corona, KPK Perpanjang Masa Penyampaian LHKPN Periodik

"Sehingga, seolah-olah kegiatan tersebut benar diadakan oleh KPK, padahal yang sebenarnya KPK tidak pernah bekerja sama dan mengadakan kegiatan dengan para pihak yang menggunakan nama yang mirip dengan KPK tersebut," terang Ipi lewat keterangan tertulis, Jumat (20/3/2020).

Imbauan ini disampaikan terkait informasi yang baru-baru ini diterima KPK pada Selasa (17/3/2020) lalu tentang adanya rekrutmen anggota LSM dengan nama mirip KPK di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori.

Dengan peristiwa ini, KPK meminta masyarakat berhati-hati. KPK juga mengingatkan bahwa hingga saat ini, KPK hanya berada di ibukota negara, yaitu Jakarta.

Baca: KPK Harap Fakta Baru Terungkap di Sidang Perdana Novel Baswedan

KPK juga tidak memiliki atau tidak membuka kantor cabang atau kantor wilayah di daerah lain.

"Karenanya, bila masyarakat mendapati para pihak yang mencurigakan atau ada indikasi mencari keuntungan pribadi/golongan dengan menggunakan nama KPK, silakan melaporkan kepada pihak kepolisan, atau menghubungi KPK melalui call center KPK di 198," jelas Ipi.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas