Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Anak dari dr. Bambang Sutrisna Curiga sang Ayah Tertular Virus Corona dari Pasien di Tempat Praktek

Anak dari Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc, dr. Leonita Triwachyuni mengungkapkan kecurigaannya di mana sang ayah bisa terpapar virus Corona.

Anak dari dr. Bambang Sutrisna Curiga sang Ayah Tertular Virus Corona dari Pasien di Tempat Praktek
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona - Covid-19 

"Jadi hari minggu pagi itu papa sesaknya makin berat dan batuk," terang dr. Leonita.

"Lalu kakak telepon, karena papa nggak bisa telepon untuk bicara aja udah sulit."

"Jadi kakak nelpon 'nggak pulang, papi sakit nih, minta tolong dianterin'," tutur dia.

"Tadinya papa nggak mau ke rumah sakit, akhirnya yang anterin suami aku," tambahnya.

Baca: Fatwa MUI: Tenaga Medis yang Tangani Corona Boleh Salat Tanpa Wudu

Baca: Pangdam Jaya Jelaskan Syarat dan Cara Pasien untuk Dirawat di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Setelah dr. Bambang diantar ke rumah sakit, langsung masuk ke ruang isolasi.

Sejak saat itu, dr. Leonita mengaku tidak mendapatkan kabar mengenai sang ayah.

Namun, dr. Bambang terus menghubungi dr. Leonita sejak sore hingga malam hari.

Dalam telepon itu, dr. Bambang menyampaikan minta tolong.

dr. Bambang juga merasa sesak dan kedinginan.

"Terus dianter ke sana kemudian dirawat masuk ke ruang isolasi," jelas dr. Leonita.

"Nah di situ kita nggak dapat kabar apapun mengenai papa."

"Cuma dari sore sampai malam, papa telepon terus papa selalu bilang 'tolongin papi, papi sesak, kedinginan'," imbuhnya.

Baca: 8 Artis dan Influencer Ikut Lawan Corona, Buat Galang Dana hingga Bagikan APD, Masker

Baca: Bantu Lawan Corona, Atta Halilintar akan Sumbangkan Penghasilan dari YouTube

dr. Bambang diketahui terus menelepon dr. Leonita.

Sampai pukul 24.00 WIB, dr. Bambang terus menelepon menantunya.

Namun setelah itu tidak ada kabar lagi dari dr. Bambang.

Hingga akhirnya, pihak rumah sakit menelpon dr. Leonita meminta persetujuan untuk memasang ventilator.

dr. Leonita dan keluarga sampai di sana, namun tidak bisa melihat ayahnya.

Kemudian, dr. Bambang dinyatakan meninggal dunia, pukul 07.50 WIB.

"Sampai terakhir telepon suami saya, sampai jam 12 malam masih telepon," ungkap dr. Leonita.

Baca: Galang Dana Perangi Corona, Arief Muhammad dan Rachel Vennya Ungkap Alasan

Baca: Anggaran Kemendikbud Rp 405 Miliar Dialihkan Untuk Penanganan Wabah Covid-19

"Tapi habis itu ilang nggak ada kabar."

"Terus pagi-pagi saya ditelepon terus dari pihak rumah sakit bilang mau dipasang ventilator," ujar dia.

"Saya sama keluarga ke sana, papa meninggal jam 7.50," tandasnya.

(Tribunnews.com/Febia Rosada)
Ikuti kami di
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas