Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Muhammadiyah Imbau Warga Tak Mudik Lebaran Demi Putus Rantai Sebaran Virus Corona

"Karena itu jika tidak benar-benar mendesak sebaiknya masyarakat tidak mudik pada Bulan Syawal 1441 H," kata Mu'ti

Muhammadiyah Imbau Warga Tak Mudik Lebaran Demi Putus Rantai Sebaran Virus Corona
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga antre untuk mudik menggunakan Kereta Api Brantas (Blitar-Pasar Senen) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2020). KAI Daop 1 membatalkan sejumlah 28 perjalanan kereta api jarak jauh guna membantu pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tradisi mudik lebaran tahun ini.

Imbauan tersebut dalam rangka memutus penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baca: Kata Jokowi kepada Kepala Derah: Imbauan untuk Tidak Mudik Tak Cukup, Perlu Langkah Lebih Tegas

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan, dalam ajaran Islam menyelamatkan kehidupan jauh lebih penting dibandingkan dengan melaksanakan tradisi yang mengandung risiko keselamatan.

"Karena itu jika tidak benar-benar mendesak sebaiknya masyarakat tidak mudik pada Bulan Syawal 1441 H," kata Mu'ti saat dalam keterangannya yang diterima Senin (30/3/2020).

Ia melanjutkan, silaturrahim dapat dilaksanakan dengan cara lain pada waktu yang lain apabila situasi sudah membaik dan aman.

"Kesempatan silaturrahim dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Misalnya dengan berkirim surat (korespondensi), surat elektronik (email), telepon, video call, dan cara-cara yang lain," katanya.

"Inti silaturrahim adalah saling mendoakan, berbagi suka-duka, dan membantu meringankan beban atau masalah," jelas dia.

Baca: Jokowi Minta Pelaksanaan Program Jaring Pengaman Sosial Dipercepat

Abdul Mu'ti menambahkan, tidak melakukan mudik yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia menjadi sebuah kebaikan di saat pandemi virus corona seperti ini.

"Mudik bukan merupakan ajaran Agama. Karena itu tidak ada masalah apabila tidak mudik," ucapnya lagi.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas