Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ibaratkan Pemerintah bak Orang akan Tenggelam, Said Didu: 2 Minggu Hanya Dapat Istilah Lain Lockdown

Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu mengomentari rencana pemerintah soal karantina wilayah dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona.

Ibaratkan Pemerintah bak Orang akan Tenggelam, Said Didu: 2 Minggu Hanya Dapat Istilah Lain Lockdown
Youtube/MSD
Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menilai lamban rencana karantina wilayah untuk pencegahan penyebaran Virus Corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu mengomentari rencana pemerintah soal karantina wilayah dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, Said Didu mengatakan rencana karantina wilayah dinilai sangat lamban.

Dalam tayangan Youtube pribadinya MSD, Senin (30/3/2020), saking lambannya, Said Didu mengibaratkan pemerintah seperti orang yang akan tenggelam.

Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu dalam channel YouTube Kompas TV, Senin (16/3/2020).
Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu dalam channel YouTube Kompas TV, Senin (16/3/2020). (YouTube KompasTV)

 

 Penjelasan Mahfud MD soal Karantina Wilayah: Bukan di India, Kita Ingin seperti di Netherlands

Maka dari itu, apapun harus segera dilakukan demi menyelamatkan diri.

Meskipun sebenarnya sudah hampir terlambat.

"Kalau orang mau tenggelam itu apapun digapai, kira-kira begitu," ujar Said Didu.

Maka dari itu, Said Didu mengatakan pemerintah sangat lamban dalam mengambil keputusan terkait penanganan Virus Corona.

Menurutnya, dalam waktu dua minggu, pemerintah hanya bisa mendapatkan pengganti istilah kata dari lockdown menjadi karantina wilayah.

Padahal seperti yang diketahui, hingga Senin (30/3/2020), jumlah pasien positif Covid-19 sudah menembus angka 1414 kasus.

Dengan rincian 75 dipastikan sembuh dan 122 dinyatakan meninggal dunia.

>>> Baca Selengkapnya

Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: TribunWow.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas