Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Achmad Yurianto: Isolasi Mandiri Bukan Diasingkan, Jangan Dikucilkan

Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan seseorang yang melakukan isolasi diri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Achmad Yurianto: Isolasi Mandiri Bukan Diasingkan, Jangan Dikucilkan
TRIBUN/HO/BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keterangan pers terkait updaet pandemik corona di kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta, Sabtu (28/3/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Sabtu, 28 Maret 2020, total positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 1.155 kasus, sementara 59 orang sembuh dan 102 meninggal dunia. TRIBUNNEWS/HO/BNPB 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran virus corona bukan bentuk pengasingan.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan seseorang yang melakukan isolasi diri.

"Karena isolasi ini adalah sifatnya isolasi fisik, bukan isolasi sosial, itu dia yang kemudian dikucilkan kemudian diasingkan tidak seperti itu," ujar Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Menurut Yurianto, isolasi diri merupakan cara efektif untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca: Kemenkes Beberkan Cara-cara Penularan Corona Saat Mudik

Cara ini, menurut Yurianto adalah strategi untuk memisahkan orang yang terjangkit corona dengan masyarakat yang masih sehat.

"Ini dalam rangka pisahkan yang sakit dengan masyarakat sekitar yang rentan. Bicara isolasi memisahkan sakit dari masyarakat lain," tutur Yurianto.

Dirinya meminta masyarakat, langsung melakukan isolasi mandiri jika merasakan gejala yang mengarah pada corona.

Rekomendasi Untuk Anda

"Oleh karena itu di dalam kondisi sekarang ini, sebaiknya begitu ada keluhan sudah langsung kita nyatakan bahwa dia sebaiknya melakukan isolasasi diri," pungkas Yurianto.

Seperti diketahui, total kasus positif corona di Indonesia mencapai 2273 kasus. Terjadi penambahan kasus positif sebanyak 180 kasus.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas