Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bahas PSBB, Agus Pambagio Minta Negara Serius Urus Bansos: Ini Orang Lapar, Jangan Main-main

Agus Pambagio meminta pemerintah segera mengurus bantuan kepada masyarakat supaya PSBB di Jakarta dapat berjalan dengan lancar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rekarinta Vintoko
zoom-in Bahas PSBB, Agus Pambagio Minta Negara Serius Urus Bansos: Ini Orang Lapar, Jangan Main-main
Kompas tv
Pakar Kebijakan Publik, Agus Pambagio (tengah) 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menanggapi tentang kondisi terkini Jakarta setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ia mengatakan masalah yang harus segera diselesaikan di Jakarta terkait PSBB adalah kegiatan perekonomian yang masih berjalan seperti biasa.

Agus mendesak pemerintah segera mengambil tindakan tegas kepada perusahaan yang masih nekat, lalu mengakomodasi para pekerja agar tidak perlu keluar rumah demi kelancaran PSBB.

Dikutip dari acara SAPA INDONESIA PAGI, Selasa (14/4/2020), awalnya Agus menjawab pertanyaan presenter acara tersebut soal efek dari penerapan PSBB di daerah-daerah penyangga Jakarta.

Agus menjawab hal itu tentu akan membantu mengurangi mobilitas massa, khususnya kendaraan-kendaraan pribadi.

Namun ia mengatakan permasalahan yang harus diselesaikan agar PSBB di Jakarta berjalan lancar adalah bagaimana cara perusahaan agar mematuhi aturan PSBB.

"Yang di Jakarta harus diselesaikan supaya orang tidak masuk Jakarta," kata Agus.

Rekomendasi Untuk Anda

Agus mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait permasalahan perusahaan nekat di Ibu Kota.

"Jadi sekarang ini sudah disetop per hari ini, saya minta Pak Gubernur, saya sudah komunikasi dengan Pak Gubernur supaya segera dilakukan tindakan pagi ini, supaya mereka pulang kembali, dan lalu besok tidak usah masuk kerja," katanya.

Ia lalu memaparkan jumlah penumpang KRL yang biasanya 800 ribu orang, telah turun menjadi 120 ribu orang.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Sumber: TribunWow.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas