Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

50 Ribu Buruh Ingin Gelar Demo di DPR, Polisi Tolak Berikan Izin Unjuk Rasa

Polda Metro Jaya memastikan akan menolak rencana aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)

50 Ribu Buruh Ingin Gelar Demo di DPR, Polisi Tolak Berikan Izin Unjuk Rasa
Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan akan menolak rencana aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada 30 April 2020 mendatang. Alasannya, saat ini tanah air masih menghadapi masalah pandemik Covid-19.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. Menurut dia, saat ini masih terdapat larangan warga untuk berkerumun untuk menghentikan penyebaran virus Corona.

"Maklumat Kapolri sudah jelas bahwa memang tidak ada sama sekali diperbolehkan untuk ada kumpulan massa. Kemudian diperkuat lagi dengan pembatasan sosial berskala besar. Nah menyangkut masalah demo itu intinya polisi tidak akan rekomendasi dan tidak akan mengizinkan dengan situasi sekarang ini," kata Yusri kepada Tribunnews, Minggu (19/4/2020).

Baca: Cara Mengurangi Bau Mulut Ketika Puasa, Sikat Gigi Setelah Sahur hingga Perbanyak Vitamin C

Baca: Penyebab Striker Persija Marko Simic Tak Bisa Menembus Timnas Kroasia

Ia mengatakan, pihak kepolisian berharap para buruh memahami kondisi yang dihadapi bangsa yang tengah menghadapi virus Corona. Dia tidak mau adanya demonstrasi tersebut semakin memperluas penularan virus.

"Kita mengharapkan mereka ini mengertilah bahwa sekarang situasi masalah pandemik Covid-19. Jangan sampai nanti menjadi permasalahan lagi penularan wabah Ini sementara kita semua diupayakan untuk pembatasan sosial berskala besar," ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga mengatakan, pihak buruh masih belum mengirimkan surat perizinan demonstrasi.

"Kalau izin sih belum sampai ya karena kan masih tanggal berapa sekarang. Biasanya kan H minus berapa itu baru pada izin," pungkasnya.

Baca: IRT Positif Corona Usai Carter Bus Ramai-ramai ke Jakarta & Hadiri Hajatan, Tetangga Ikut Diisolasi

Diberitakan sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) merencanakan akan menggelar aksi demonstrasi di depan DPR RI dan Kantor Kemenko Perekonomian pada (30/4/2020) mendatang. Ada beberapa tuntutan yang akan disuarakan buruh.

"Tuntutan dalam aksi ini adalah tolak omnibus law RUU Cipta Kerja, setop PHK, dan liburkan buruh dengan upah penuh selama pandemi Corona berlangsung," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis pada Kamis (16/4/2020).

Nantinya, ia memperkirakan akan ada 50 ribu buruh yang akan mengikuti aksi demonstrasi tersebut. Sebaliknya, mereka berjanji akan tetap mengikut aturan social distancing untuk mencegah penularan virus Corona.

"Dalam aksi nanti buruh akan tetap menjaga jarak peserta aksi, memakai masker, dan membawa hand sanitizer," ungkapnya.

Ia meminta rencana aksinya tersebut tidak dilarang dan diizinkan.

"Kami minta aksi puluhan ribu buruh pada 30 April pun harus diizinkan dan tidak dihalang-halangi," sambungnya.
 

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas