Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kata JK soal Kondisi Ekonomi di Tengah Wabah Corona: Kita Boleh Sulit, tapi Harus Tetap Makan

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) angkat bicara soal kondisi ekonomi seusai dilanda wabah Virus Corona.

Kata JK soal Kondisi Ekonomi di Tengah Wabah Corona: Kita Boleh Sulit, tapi Harus Tetap Makan
Tribunnews.com/ Reza Deni
Jusuf Kalla di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2020). Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) angkat bicara soal kondisi ekonomi seusai dilanda wabah Virus Corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) angkat bicara soal kondisi ekonomi saat dilanda wabah Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, JK mengatakan pemerintah harus siap mengambil risiko dari setiap pilihan yang diambil soal penanaganan virus dengan nama Covid-19 itu.

Menurut JK, meskipun dalam kondisi ekonomi yang sulit pemerintah harus tetap menjamin kebutuhan pokok warganya.

Hal itu disampaikan JK melalui tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (21/4/2020).

"Sebab ekonomi sulit karena orang tidak bekerja, untuk menyelesaikan virus ini orang harus tinggal di rumah," kata JK.

"Ini memang dilema-dilema yang pilihannya harus dipilih, semua mempunyai risiko."

JK menyatakan, bantuan sosial harus diberikan pemerintah untuk semua warga yang tak bisa bekerja akibat Virus Corona.

Menurut dia, kebutuhan pokok warga harus dipenuhi oleh pemerintah, terutama dalam kondisi pandemi seperi yang saat ini terjadi.

"Tapi tidak ada suatu pilihan yang tidak punya risiko," terangnya.

"Jadi sulit mengatakan apa yang harus dilakukan dewasa ini selain berikan tentu bantuan sosial pada masyarakat, berikan suatu BLT pada masyarakat, menjaga pangan masyarakat."

Baca Selengkapnya >>>

Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas