Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Syarat UMKM Dapat Keringanan Angsuran Pinjaman dari Bank karena Corona, Track Record Baik

Pemerintah memberikan keringanan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang usahanya terdampak virus Corona atau Covid-19.

Syarat UMKM Dapat Keringanan Angsuran Pinjaman dari Bank karena Corona, Track Record Baik
Kompas.com/Totok Wijayanto
ILUSTRASI - Syarat UMKM dapat keringanan angsuran pinjaman dari bank karena Corona. 

Kedua, keringanan untuk debitur yang pinjamannya antara Rp500 juta – Rp10 miliar.

Dalam hal ini, Pemerintah melakukan restrukturisasi berupa 3 bulan pertama bantuan bunga 3% dan 3 bulan kedua bantuan bunganya 2%.

“Ini adalah para debitur atau peminjam untuk usaha kecil menengah yang kreditnya sampai dengan Rp500 juta dengan skema yang tadi subsidinya dan untuk yang kredit menengah dimana kreditnya antara Rp500 juta hingga Rp10 miliar,” kata Sri Mulyani. 

Bank-bank, tambah Sri Mulyani, bisa memberikan restructuring dengan penundaan pokok selama 6 bulan dan kemudian para debiturnya tadi bisa mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah.

Ketiga, keringanan untuk usaha kecil yang di bawah Kredit Usaha Rakyat treatment-nya yaitu 8,33 juta debitur.

“Treatment-nya persis dengan tadi kredit usaha kecil yang pinjamannya di bawah Rp500 juta. Sedangkan untuk yang ultra mikro yang pinjamannya itu antara Rp5 juta hingga Rp10 juta atau di bawah itu,” kata Menkeu.

Baca: Cara Dapat Kartu Pra Kerja: Daftar Online Melalui www.prakerja.go.id Mulai Minggu Kedua Bulan April

Itu, sambung Menkeu, masuk dalam kategori kredit Mekaar 6,08 juta debitur, UMi 1 juta debitur, dan di Pegadaian yaitu sebesar 10,6 juta debitur.

“Mereka ini akan mendapatkan juga bantuan bunga atau subsidi bunga dari pemerintah. Untuk yang UMi, Mekaar, dan Pegadaian ini mereka mendapatkan yang ultra mikro ini adalah pembayaran bunga oleh pemerintah selama 6 bulan sebesar 6%,” jelas Sri Mulyani. 

Total kredit yang akan ditunda pokoknya, menurut Menkeu, adalah sebesar Rp105,7 triliun.

Penundaannya antara lain untuk KUR, UMi, Mekaar, dan Pegadaian.

Halaman
123
Penulis: Daryono
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas