Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Macam-macam Motif 10 Tersangka Penyebaran Hoax dan Ujaran Kebencian Saat Pandemi Corona

Dari 14 kasus yang telah diungkap polisi, sebanyak 10 orang telah ditetapkan tersangka.

Macam-macam Motif 10 Tersangka Penyebaran Hoax dan Ujaran Kebencian Saat Pandemi Corona
Tangkap layar channel YouTube KompasTV
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengusut sebanyak 14 dari 443 kasus penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian kepada presiden ataupun penguasa terkait Corona selama periode April hingga awal Mei 2020.

Dari 14 kasus yang telah diungkap polisi, sebanyak 10 orang telah ditetapkan tersangka.

Motif pelaku pertama yang kerap diungkapkan pelaku ada sengaja menyebarkan hoax atau ujaran kebencian agar menimbulkan keresahan.

"Selama ini kita tahu menggunakan akun palsu atau asli untuk meresahkan orang lain dan dengan sengaja menyebar berita hoax tersebut. Juga biasanya ujaran kebencian kepada negara pemerintah dengan bertujuan menimbulkan sentiment negatif sehingga menimbulkan keresahan ke masyarakat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/5/2020).

Selain alasan itu, Yusri mengatakan ada pula pelaku yang tidak sengaja menyebarkan berita hoax atau ujaran kebencian karena keisengan belaka.

Akibat itu, mereka juga ikut ditetapkan tersangka oleh polisi.

"Pihak broadcast konten hate speech karena iseng. Mereka dapat langsung sharing karena iseng jadi tersangka, kemudian akun media sosial yang ada diakses oleh media sosial lain sehingga menimbulkan keresahan masyarakat," ungkapnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Juncto Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207, 208 Ayat 1 KUHP.

"Ancaman hukumannya beragam, ada yang 6 tahun penjara, ada yang 10 tahun penjara," jelasnya.

Ia mengimbau warga agar tak menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian di tengah wabah virus Corona. Pihak kepolisian mengaku tidak segan memberikan tindakan hukum kepada warga yang dinilai meresahkan.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas