Diminta Perbaiki Kurikulum Pendidikan Karakter, Ini Jawaban Nadiem Makarim
Kemendikbud sendiri telah memilih enam profil terkait Pendidikan karakter, yang disebut Profil Pelajar Pancasila
Penulis:
Larasati Dyah Utami
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dalam sebuah sesi tanya jawab diminta untuk memperbaiki kurikulum etika kehidupan dalam sistem pendidikan.
Di antaranya yang mengajarkan anak untuk hormat kepada orangtua, membudayakan antre, maupun tenggang rasa dan lain sebagainya.
Baca: Mendikbud: Menetapkan Standar Setiap Tahun Itu Tidak Masuk Akal
Mendikbud berujar, pendidikan karakter merupakan salah satu mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencapai tujuan profil para pelajar Indonesia.
“Jadi jawabannya pasti pendididkan karakter akan jadi salah satu pilar ini,” ujar Mendikbud saat mengisi Webinar, Selasa (5/5/2020)
Kemendikbud sendiri telah memilih enam profil terkait Pendidikan karakter, yang disebut Profil Pelajar Pancasila.
Adapun yang pertama dan kedua adalah bernalar kritis dan dapat memecahkan masalah.
“Ini yang berhubungan dengan kognitif. Lalu mandiri, secara independen dia termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dan secara independen bisa mencari pengetahuan,” ujar nadiem dalam pemaparannya.
Ketiga, kreatif yaitu bisa menciptakan hal baru dan berinovasi secara mandiri dan mempunyai rasa cinta pada hal-hal kesenian dan budaya.
Keempat, gotong royong atau mempunyai kemampuan berkolaborasi yang menjadi softskil utama di masa depan.
“Jadi dia bisa bekerja secara tim. Bagaimana cara melatih gotong royong dan kreativitas kalau tidak melakukan proyek pembelajaran?” lanjutnya
Kelima, pelajar harus memiliki kebhinekaan global agar dapat mencintai keberagaman budaya, agama, ras, di negara sendiri maupun internasional.
“Di mana dia juga measa sebagai suatu penduduk dunia. Tidak hanya bangga menjadi warga Indonesia, tapi juga bangga menjadi penduduk dunia, sehingga punya perspektif global. Karena di masa depan, mau nggak mau semua masyarakat dunia berkompetisi, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia," ujar Nadiem
Keenam, menurutnya merupakan hal yang paling penting, yaitu pelajar harus memiliki akhlak yang mulia.
“Disinilah moralitas, spiritualitas dan etika itu ada disini. Mau nggak mau, pendidikan karakter untuk mencapai profil ini. Jadi ini pilar inti dari kurikulum maupun pola pembelajaran kita,” kata Mantan Bos Gojek tersebut.
Baca: Jadi Tersangka dan Ditahan Polisi, Rekan Youtuber Ferdian Paleka Bocorkan Siapa Ide Prank Waria
Menurutnya, banyak karya akan melatih softskil secara efektif, yang harus diterapkan pada siswa mulai dari sekarang, meskipun ini belum akan terlihat dalam 5 tahun kedepan,
“Apa ini bisa terjadi lagi dalam 5 tahun? Jawabannya tidak mungkin. Ini akan berproses transformasi yang minimal 10 tahun, tapi kita harus mulai sekarang. Tapi sudah jelas soft skill dan kemampuan untuk mencintai keberagaman juga akan meningkat, penguatan karakter lewat akhlak yang mulia juga menjadi komponen yang penting,” ujarnya