Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rakernas PAN

PAN Dorong Pemerintah Produksi Obat dan Vaksin Covid-19

Zulhas menghimbau pemerintah agar penanggulangan penyebaran Covid-19 berfokus pada sejumlah hal.

PAN Dorong Pemerintah Produksi Obat dan Vaksin Covid-19
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ditemani sejumlah mantan Ketum PAN dan elite partai saat mengunjungi kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (12/3/2020) malam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mendorong agar pemerintah fokus berinvestasi dan memproduksi obat serta vaksin virus corona (Covid-19). 

"PAN mendorong pemerintah agar berinvestasi dalam penemuan dan produksi obat dan vaksin. Kita tidak perlu meragukan kemampuan anak bangsa Indonesia di bidang iptek untuk menemukan vaksin pemusnah Covid-19," ujar Zulhas, begitu ia disapa, dalam Rakernas I PAN yang disiarkan secara live di Youtube, Selasa (5/5/2020). 

Zulhas awalnya menyinggung Perpu No.1 tahun 2020 yang diturunkan dalam Perpres 54 tahun 2020, dimana telah dialokasikan tambahan belanja kesehatan dalam rangka penanganan Covid 19 sebesar Rp75 triliun.

Di samping, kata dia,  anggaran untuk jaring pengaman sosial senilai Rp110 triliun dan dukungan industri serta pemulihan ekonomi senilai total Rp 220 triliun.

Terkait anggaran kesehatan di atas, Zulhas  menghimbau pemerintah agar penanggulangan penyebaran Covid-19 berfokus pada sejumlah hal. 

Antara lain kesiapan pelayanan dan fasilitas kesehatan, pencegahan penyakit, penguatan tenaga medis, serta yang sangat krusial yakni enemuan dan produksi obat dan vaksin.

Menurut Zulhas, masalah obat dan vaksin Covid-19 saat ini menjadi isu geopolitik yang sangat besar pengaruhnya.

Beberapa negara seperti AS, China, dan Inggris sudah memberi sinyal, obat dan vaksin yang ditemukan akan diprioritaskan bagi warganegaranya. 

Oleh karenanya, ia mendorong agar pemerintah memproduksi obat dan vaksin Covid-19 sendiri.

Karena, pemerintah wajib menyehatkan mereka yang sakit dan mencegah agar yang sehat tidak jatuh sakit. 

"Termasuk para pahlawan medis kita yang berada di garda terdepan pemberantasan Covid-19 agar tetap sehat dan semangat memperjuangkan misi kemanusiaan yang sangat penting ini," kata dia. 

"Jika Indonesia menunggu negara lain menemukan obat dan vaksin, kita harus menunggu bertahun-tahun sampai ada surplus obat dan vaksin. Ini membuat Indonesia lemah dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, politik dan hankam dibanding negara yang memiliki obat dan vaksin," tandasnya.   

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas