Tribun

Mudik Lebaran 2020

Warga yang Nekat Mudik Beralih ke Jalan Non-Tol, Pengawasan di Perbatasan Diperkuat

Yusri mengatakan pejabat utama Polda Metro Jaya juga terus melakukan pemeriksaan dan pemantauan jalur arteri non tol.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Warga yang Nekat Mudik Beralih ke Jalan Non-Tol, Pengawasan di Perbatasan Diperkuat
Dokumentasi Polda Metro Jaya via Kompas.com
Polisi menemukan enam pemudik tujuan Jawa Tengah yang nekat bersembunyi di dalam bus dan kamar mandi bus AKAP guna menghindari pemeriksaan di pos penyekatan. Peristiwa tersebut terjadi di pos pengamanan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2020) pukul 22.00. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya mencatat adanya peningkatan signifikan kendaraan pemudik yang diminta putar balik di jalur arteri non tol dibandingkan di jalan tol beberapa hari terakhir. Total, sebanyak 3.373 kendaraan yang telah ditindak oleh pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihak kepolisian telah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah terus meningkatnya pemudik di jalur arteri non tol.

Salah satunya, kata Yusri, dengan penguatan pos pemantauan pelarangan mudik di perbatasan keluar Jakarta, Depok, Bekasi dan Tangerang.

Baca: Larangan Mudik, 33.000 Kendaraan Arah ke Jateng Dihalau Kembali ke Jabar

Baca: Ini Bahaya Mudik Diam-diam di Bagasi Bus Menurut Pakar Keselamatan Berkendara

"Walaupun sekarang masyarakat beralih ke jalan arteri. Ada 16 titik arteri pos terpadu yang kita siapkan di titik arteri tersebut," kata Yusri kepada awak media, Selasa (5/5/2020).

Yusri mengatakan pejabat utama Polda Metro Jaya juga terus melakukan pemeriksaan dan pemantauan jalur arteri non tol. Seluruh warga yang ketahuan hendak mudik diminta untuk putar balik ke arah Jakarta.

"Kita sudah imbau dan cek. Kemarin pejabat Polda Metro Jaya sudah mengecek beberapa titik arteri dan sama ketika menemukan masyarakat yang ingin mudik kita putar balik. Kita edukasi mereka kita menyampaikan ke mereka bahwa kebijakan pemerintah ini harus ditaati masyarakat untuk memutus mata rantai penularan," ungkapnya.

Ia menuturkan, evaluasi pengamanan pelarangan mudik bakal terus dilakukan hingga jelang hari raya lebaran. Dia menduga mendekati hari raya, akan lebih banyak lagi warga yang mencoba untuk mudik ke kampung halaman meskipun telah dilarang.

"Kita terus menyiapkan pengamanan, evaluasi terus karena memang dekat dengan lebaran itu akan semakin puncak di arteri kemungkinan akan kita lakukan penambahan dengan instansi terkait," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menyampaikan total ada sebanyak 10.537 kendaraan yang telah ditindak selama Operasi Ketupat Jaya 2020 terkait pelarangan mudik lebaran. Seluruhnya diminta untuk putar balik kembali ke arah Jakarta.

Informasi tersebut merupakan data terakhir yang dirilis sejak Jumat (24/4/2020) hingga Minggu (3/5/2020). Jumlah ini juga merupakan hasil pantauan pada dua pintu tol yang menjadi pos pemantauan pelarangan mudik dan sejumlah jalan arteri.

"Hingga Minggu ini tercatat ada 10.537 kendaraan yang diputar balikkan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yoga kepada Tribunnews, Senin (4/5/2020).

Rinciannya, Sambodo menyampaikan, sebanyak 4.010 kendaraan yang terjaring di Gerbang tol Cikarang Barat dan 3.154 kendaraan di Pintu Tol Bitung. Sementara itu, sebanyak 3.373 kendaraan lainnya diputar balik di jalur arteri.

"Paling banyak di Gerbang Tol Cikarang Barat dengan jumlah yang diputarbalikkan 4.010 kendaraan," pungkasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas