Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Soal Eks Napi Asimilasi yang Berulah Lagi, Masinton: Kok Bisa Dibebaskan Tidak Ada Monitoring?

Soal eks napi asimilasi yang berulah kembali, Masinton Pasaribu mempertanyakan monitoring yang dilakukan dewan terkait.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Irsan Yamananda
zoom-in Soal Eks Napi Asimilasi yang Berulah Lagi, Masinton: Kok Bisa Dibebaskan Tidak Ada Monitoring?
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Masinton Pasaribu di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (23/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Pembebasan narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi diberlakukan Kementerian Hukum dan HAM sejak merebaknya pandemi Covid-19 mencuri perhatian masyarakat.

Program ini diterapkan dalam rangka mencegah penularan Covid-19 di penjara.

Kementerian Hukum dan HAM telah membebaskan sekira 36 ribu narapidana dari penjara melalui program asimilasi dan integrasi tersebut.

Program tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Tak sedikit dari mereka yang takut para napi tersebut berulah kembali karena kondisi ekonomi di tengah wabah memang sedang tidak baik.

Ketakutan tersebut akhirnya terbukti juga.

 Kepulangannya Ditolak Istri, Napi Asimilasi di Padang Nekat Bakar Rumah Mertua Setelah Bebas

 Bagikan Berita Lapas Dibakar Napi Cemburu Tak Dapat Asimilasi, Hotman: Pak Menteri, Ini Salah Siapa?

 Kriminal Marak, Menteri Yasonna: Stop Salahkan Napi Asimilasi, Hotman Paris: Rasionalnya di Mana?

Yasonna Laoly
Yasonna Laoly (Kompas.com/Kristian Erdianto)

Tak sedikit dari para napi tersebut kembali dicokok polisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun data Kemenkumham per 10 Mei 2020 mencatat, pembebasan narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi berjumlah 39.273 orang.

Rinciannya, asimilasi narapidana dan anak 37.014 orang, sedangkan integrasi narapidana dan anak 2.259 orang.

Dari angka itu, ada 95 kasus pelanggaran oleh para narapidana dan anak yang baru saja bebas.

HALAMAN SELANJUTNYA =================>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas