Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Emosi karena Bansos, Bupati Boltim di ILC: Jangankan Dihukum di Dunia, Allah yang akan Hukum Saya

Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salin menjadi sorotan setelah aksinya mengkritik menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Juliari.

Emosi karena Bansos, Bupati Boltim di ILC: Jangankan Dihukum di Dunia, Allah yang akan Hukum Saya
youtube channel Indonesia Lawyers Club
Karni Ilyas bertanya ke Sehan Salim, Bupati Bolaang Mongondow Timur 

TRIBUNWOW.COM - Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salin menjadi sorotan setelah aksinya mengkritik menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial.

Dilansir TribunWow.com, Sehan Salin kala itu mengeluhkan berbelitnya pencairan bantuan langsung tunai (BLT) bagi warganya yang terdampak Virus Corona. 

Mengaku enggan melihat warganya menangis kelaparan, Sehan Salim akhirnya mengambil keputusan segera menyalurkan bantuan tersebut.

Melalui tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (12/5/2020), Sehan Salim bahkan mengaku tak peduli jika akan diberikan hukuman kerena sikap kritisnya itu.

Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Salim Landjar mengamuk lantaran bantuan langsung tunai (BLT) untuk warganya belum juga turun.
Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Salim Landjar mengamuk lantaran bantuan langsung tunai (BLT) untuk warganya belum juga turun. (Youtube/Official iNews)

Bela Para Menteri Jokowi, Bupati Lumajang Peringatkan Bupati Boltim: Jangan-jangan Anda Salah Urus

Bupati Boltim Balas Bupati Lumajang Mengapa Marah pada Mensos: Saya Mencak-mencak Itu Ada 2 Hal

Yang terpenting bagi Sehan Salim, semua warganya tak menangis kelaparan.

Pada kesempatan itu, mulanya Sehan Salim mengungkap kejadian yang membuatnya melampiaskan kritikan terhadap menteri-menteri Jokowi.

Ia bahkan menyebut menteri Jokowi bodoh karena tak melakukan penyaluran bansos secara tepat.

"Hari kedua Ramadan, hari Sabtu tepatnya, saya kaget di satu desa terjadi keributan, sampai kapolres datang ke sana," kata Sehan Salim.

"Tiga jam untuk penyaluran itu tertahan, saya kasih tahu Ada apa di sana?"

Sehan menambahkan, warganya kala itu mengamuk karena terlalu lama menunggu bansos.

BACA BERITA SELENGKAPNYA >>>

Ikuti kami di
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas