Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Komisi III DPR : Penjahat Manfaatkan Pandemi Covid-19, Polisi Tak Boleh Lengah

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyebukan dua tersangka WNA asal Pakistan dan asal Yaman.

Komisi III DPR : Penjahat Manfaatkan Pandemi Covid-19, Polisi Tak Boleh Lengah
Bea Cukai
Penggagalan peredaran narkoba jenis sabu yang diselundupkan melalui jasa transportasi logistik dan dikemas dalam kardus karton berisikan tepung oleh Tim gabungan Bea Cukai Jambi dan Bareskrim Mabes Polri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi III DPR meminta aparat kepolisian tidak boleh lengah dalam memberantas peredaran narkoba di dalam negeri, di tengah pandemi Covid-19 atau corona.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni setelah Tim Khusus Satgasuss Merah Putih Polri berhasil mengungkap dan menangkap sindikat narkoba jaringan Internasional.

"Penjahat, pengedar mungkin sedang memanfaatkan kesempatan saat semua konsentrasi ke masalah Covid-19, jadi polisi memang tidak boleh lengah dalam mengawasi tindak kejahatan yang muncul,” kata Sharoni kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Baca: Masih Pandemi, Anies Tiadakan Open House dan Halal Bi Halal di Hari Lebaran

Sahroni bersyukur, sabu seberat hampir satu ton bisa lebih dulu diketahui pihak kepolisian sebelum beredar di masyarakat.

“Bayangkan jika hampir satu ton sabu tersebut berhasil beredar di masyarakat Indonesia. Sungguh menghawatirkan," ucap Sahroni.

Baca: Jokowi dan Maruf Amin Akan Bergabung di Acara Takbiran Virtual Bersama Kemenag

Atas keberhasilan tersebut, politikus Partai NasDem itu menyampaikan penghargaan khususnya atas kinerja Polri, yang telah berhasil menangkap sindikat narkoba jaringan internasional.

Baca: Siapkan Patroli Berskala Besar, Polisi Imbau Warga Jakarta Bersabar dan Shalat Ied di Rumah

“Penghargaan setinggi-tingginya untuk kinerja Polri, khususnya Satgassus Merah Putih yang telah berhasil mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional," ucap Sahroni.

"Tim Satgasuss Merah Putih ini telah kurang lebih selama empat bulan telah melakukan pengintaian dan pengembangan sehingga akhirnya mereka berhasil membongkar kasus besar tersebut,” sambung Sahroni.

Sebelumnya, Tim Khusus Satgassus Polri Merah Putih berhasil menyita 821 kilogram sabu yang senilai dengan Rp 4,5 triliun.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyebukan dua tersangka WNA asal Pakistan dan asal Yaman.

Dia menjelaskan bahwa barang bukti yang disita dari tersangka merupakan narkoba yang telah dikemas di dalam sebuah Tupperware sebanyak 517.200 gram sabu.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas