Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Ketua Komisi II DPR: Kita Tidak Bisa Berlama-lama Larut dan Dikalahkan Keadaan

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan keputusan menetapkan Pilkada pada 9 Desember bukan hal yang mudah.

Ketua Komisi II DPR: Kita Tidak Bisa Berlama-lama Larut dan Dikalahkan Keadaan
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan keputusan menetapkan Pilkada pada 9 Desember bukan hal yang mudah.

Namun, keputusan tersebut harus diambil oleh DPR dan pemerintah agar agenda tersebut tidak berlarut-larut karena ketidakpastian situasi akibat Covid-19.

"Namun dalam situasi yang serba tidak pasti menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini, kita tidak bisa berlama-lama larut dan dikalahkan oleh keadaan," kata Doli kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).

Baca: Pengamat Usul Pilkada Serentak Terapkan Sistem e-Voting, Antisipasi Penurunan Partisipasi Pemilih

Politikus Partai Golkar itu mengatakan virus Corona atau Covid-19 diakui dunia tak bisa ditaklukkan dalam waktu dekat.

Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) memprediksi Covid-19 tetap ada 2-5 tahun ke depan.

Baca: Politikus PAN: Jangan Abaikan Protokol Kesehatan Saat Pilkada Serentak

Karena dalam situasi yang tidak pasti itu perlu diambil keputusan yang terukur.

"Yang paling mungkin kita lakukan adalah mengambil sikap atau keputusan yang dalam waktu terukur menjadi sebuah kepastian. Karena hidup manusia harus terus berjalan," ujar Doli.

Yang paling penting, lanjut Doli, dalam mengambil keputusan harus ada indikator dan penanggungjawab.

Pemerintah sebagai penanggungjawab utama telah menjelaskan langkah kebijakan untuk menghadapi Pilkada di tengah Covid-19.

Mulai dari pemetaan, skenario, antisipasi dan konsep pelaksanaan pada 9 Desember 2020.

"Prinsipnya Pilkada Serentak di 9 Desember 2020 itu harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat dan tetap menjaga kualitas demokrasi," ucap Doli.

Oleh karena itu, Doli mengajak semua pihak termasuk para pemerhati pemilu untuk menyesuaikan diri menghadapi Pilkada.

Dengan menerapkan hidup disiplin terhadap protokol kesehatan dan juga terus merawat pertumbuhan demokrasi.

"Atas dasar itulah saya mengajak kawan-kawan penggiat demokrasi, pemerhati Pemilu bersama-sama masyarakat untuk menjalankan kehidupan demokrasi kita dengan 'pendekatan baru' melalui Pilkada Serentak di 9 Desember 2020 secara baik," pungkas Doli.

Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas