Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KPU Laporkan Dugaan Kebocoran Data 2,3 Juta Penduduk ke Bareskrim

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan ‎membenarkan KPU melaporkan dugaan kebocoran data 2,3 juta penduduk ke Bareskrim Polri.

KPU Laporkan Dugaan Kebocoran Data 2,3 Juta Penduduk ke Bareskrim
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Senin (18/5/2020). 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan ‎membenarkan KPU melaporkan dugaan kebocoran data 2,3 juta penduduk ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut dilayangkan pada Kamis (28/5/2020) kemarin ke SPKT Bareskrim Polri. Sayangnya laporan belum diterima karena ada data yang belum lengkap.

"Benar pada Kamis (28/5/2020) KPU datang ke SPKT Bareskrim Polri untuk membuat laporan polisi tentang kebocoran data daftar pemilih tetap KPU. Namun dikarenakan syarat formil belum lengkap maka laporan belum diterima," ucap Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jumat (29/5/2020).

Baca: Pelibatan TNI-Polri untuk New Normal, LBH Jakarta: Pemerintah Pilih Pendekatan Keamanan

Ahmad Ramadhan menuturkan data yang kurang lengkap tersebut yakni tidak adanya
surat tugas dari pimpinan KPU dan hasil terjemahan dari akun di media sosial juga tidak dibawa.

Lanjutan dari laporan kemarin, hari ini Jumat (29/5/2020) direncanakan pihak KPU akan kembali datang ke SPKT Bareskrim untuk membuat laporan Polisi disertai data yang sudah dilengkapi.

Baca: KPU Siapkan Alat Mirip Tusuk Gigi Untuk Coblos Surat Suara

Untuk diketahui data kependudukan sebanyak 2,3 juta yang ‎bersumber dari KPU diduga bocor dan dijual oleh hacker di forum dark web.

Informasi awal bocornya jutaan data ini dicuitkan oleh akun Twitter @underthebreach yang sebelumnya mengungkap soal penjualan data 91 juta pengguna Tokopedia.

Baca: Ketua KPU Ingatkan Penyelenggara Pilkada Serentak di Daerah Jaga Empat Prinsip Ini Dalam Bekerja

Penjual data mengaku mendapat data ini secara resmi dari KPU. Data tersebut dijual dalam bentuk PDF.

Dari bocoran data yang diungkap akun ini, sebagian besar pemilih berasal dari Yogyakarta. Bocoran data yang dijual berisi nama, alamat, NIK dan KK serta data lain.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas