Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemberlakuan New Normal Diyakini untuk Gerakkan Roda Perekonomian Indonesia Secara Bertahap

Pemberlakuan new normal atau normal baru diyakini untuk menggerakkan kembali roda perekonomian di Indonesia.

Pemberlakuan New Normal Diyakini untuk Gerakkan Roda Perekonomian Indonesia Secara Bertahap
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas PMI Jakarta Pusat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (31/5/2020). Penyemprotan di fasilitas umum tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 serta terkait penerapan tatanan normal baru (new normal). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemberlakuan new normal atau normal baru diyakini untuk menggerakkan kembali roda perekonomian di Indonesia.

"Penerapan new normal ini dalam rangka menggerakkan roda perekonomian secara bertahap. Serta dalam pelaksanaannya tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19. Bahkan akan diperketat dalam pengawasannya," ujar Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi (ReJO) Ferari Roemawi, dalam keterangannya, Minggu (31/5/2020).

Ferari mengatakan penerapan new normal harus tetap menghormati pilihan masing-masing dalam pelaksanaannya.

Artinya jika ada yang berkeyakinan masih tetap ingin berada di rumah atau stay at home juga sangat dipersilahkan.

"Itu pilihan masing-masing. Jadi tidak ada yang memaksakan harus keluar rumah," kata dia.

Baca: Kartu Prakerja Gelombang 4: Pendaftaran Diundur, Ini Cara Unggah Ulang Foto KTP dan Swafoto

Namun bagi lembaga instansi pemerintah atau BUMN sudah tentu harus mengikuti petunjuk dan aturan yang sudah dibuat pemerintah.

Begitu juga dengan para karyawan atau pekerja yang perusahaan maupun organisasi swastanya turut menerapkan new normal.

"Ini adalah pilihan terbaik yang ada saat ini. Memang tidak ada pilihan yang sempurna disaat kondisi seprti ini. Namun, jika kita laksanakan bersama dengan baik dan penuh semangat untuk segera pulih dari kondisi darurat saat ini maka kita pasti bisa melaluinya," kata dia.

Baca: Bens Leo Usul Pencipta Lagu Aku Bukan Boneka Pidanakan Pihak Kekeyi

Di sisi lain, Ferari menegaskan pemberlakukan new normal tidak mungkin diterapkan di semua wilayah Indonesia. Akan tetapi hanya bagi provinsi dan Kabupaten/Kota yang memenuhi syarat.

"Jadi hanya provinsi, Kabupaten/Kota yang memang kondisinya sudah ada penurunan pasien Covid-19 saja yang akan diberlakukan new normal. Di Jawa Timur contohnya, tidak atau belum diberlakukan new normal karena pasien positif Covid-19 nya masih tinggi," ungkapnya.

Baca: Baihakki Khaizan Dapat Restu dari The Jakmania Saat Tinggalkan Persija Jakarta ke Persib Bandung

Lebih lanjut, mantan anggota DPR periode 2004-2009 tersebut menilai tidak benar apabila pemberlakuan new normal adalah bentuk kepasrahan pemerintah terhadap pandemi Covid-19.

Menurutnya pilihan yang diambil pemerintah adalah pilihan terbaik yang ada saat ini. Hal itu dilakukan pemerintah untuk kebaikan masyarakat.

"Itu anggapan yang tendensius dan kurang tepat dalam kondisi saat ini. Mari kita jalankan dan dukung bersama keputusan pemerintah ini," katanya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas