Tribun

KPK-MPR Kerja Sama Membumikan Pancasila dalam Upaya Pemberantasan Korupsi

Hari lahirnya Pancasila perlu dimaknai dalam upaya pemberantasan korupsi yang seyogianya menjadi perhatian serius oleh seluruh anak bangsa

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
KPK-MPR Kerja Sama Membumikan Pancasila dalam Upaya Pemberantasan Korupsi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni perlu dimaknai dalam upaya pemberantasan korupsi.

Ini harus menjadi perhatian semua anak bangsa karena korupsi sangat menyalahi prinsip dasar Pancasila sebagai dasar negara.

Baca: Prediksi Krisis Pangan, BPIP Minta Pemerintah Wujudkan Kembali Kemandirian Kekuatan Pangan

Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila yang ke-75.

Guna menyinergikan nilai Pancasila dalam upaya pemberantasan korupsi, Firli mengatakan, KPK telah membangun kerja sama dengan beberapa lembaga tinggi negara, salah satunya Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

"Untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam upaya pemberantasan korupsi di bumi pertiwi ini," kata Firli lewat keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Senin (1/6/2020).

Bagi KPK, hari lahirnya Pancasila perlu dimaknai dalam upaya pemberantasan korupsi yang seyogianya menjadi perhatian serius oleh seluruh anak bangsa.

Karena, menurut Firli, korupsi jelas sangat menyalahi prinsip-prinsip dasar Pancasila, sebagai dasar negara.

"Hanya dengan mengamalkan sila-sila dari Pancasila, hunusan bilah pedang anti korupsi mampu melesak cepat, tertuju menusuk dan mematikan detak jantung laten korupsi," kata Firli.

Sebelumnya dalam lawatannya ke Gedung KPK pada Senin (9/3/2020), Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengatakan, MPR ingin memperkuat KPK demi mewujudkan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam sila kelima Pancasila.

"Kami ingin memperkuat KPK berdasarkan asas yang terkandung dalam Pancasila khususnya sila kedua dalam tujuan kita menuju sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Bamsoet.

Baca: Sri Mulyani Bantah Anggapan Pemerintah Lebih Utamakan Ekonomi daripada Kesehatan: Sama-sama Penting

Bamsoet mengatakan, pemberantasan korupsi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Apabila korupsi bisa ditekan rendah, bahkan bisa nol, maka kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial itu bisa terdapat. Tapi pelaksanaannya harus dengan asas kemanusiaan yang adil dan beradab," kata Bamsoet.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas