Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Anis Matta: Kita Butuh Akal Kolektif Bangsa agar Bisa Keluar dari Krisis

Indonesia akan berperan dalam perubahan sistem kepemimpinan global dengan dukungan akal kolektif bangsa, yang tercermin dalam Pancasila.

Anis Matta: Kita Butuh Akal Kolektif Bangsa agar Bisa Keluar dari Krisis
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pancasila saat ini memegang kunci dalam mengatasi krisis yang berlarut akibat pandemi Covid-19, yang tidak dimiliki negara lain.

Indonesia akan berperan dalam perubahan sistem kepemimpinan global dengan dukungan akal kolektif bangsa, yang tercermin dalam Pancasila.

"Proses panjang sebagai bangsa sudah dialami Indonesia, tidak gampang menyatukan begitu banyak suku dalam keragaman dalam membangun negara, kalau tidak ada kesadaran akal koletif bangsa," kata Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Muhammad Anis Matta, Indonesia dalam keterangannya Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Zoominari 'Relevansi Pancasila dalam Hadapi Krisis Dulu dan Krisis Masa Depan Imbas Covid-19' yang digelar pada 1 Juni 2020 lalu, ini dipandu oleh Ahmad Nur Hidayat, pendiri Narasi Institute sebagai penyelenggara acara.

Zoominari juga dihadiri pembicara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, mantan KSAU Cappy Hakim, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana, dosen FISIP UI Chusnul Mariyah dan ekonom senior Fadhil Hasan.

Baca: Bamsoet: Nilai-Nilai Pancasila Harus Ada Dalam Tindakan Nyata 

Menurut Anis, tumbuhnya kesadaran akal sehat bangsa, sudah melalui proses ratusan tahun dan peristiwa puncaknya adalah masa penjajahan.

Ketika itu muncul gelombang baru, yakni pergerakan nasional yang berani melawan penjajah, karena mereka berpikir penjajahan tidak bisa lagi dihadapi dengan kedaerahan atau promodial lama.

"Maka pada 28 Oktober 1928 menandai lahirnya bangsa Indonesia, melalui ikrar Sumpah Pemuda. Saya mengartikan Sumpah Pemuda ini sebagai lahirnya Indonesia dari sistem etnis baru dalam satu rumpun, yaitu Indonesia," katanya.

Karena itu, mantan Presiden Soekarno selaku founding father mengetahui betul bagaimana menumbuhkan akal sehat bangsa Indonesia dalam pidato Lahirnya Pancasila 1 Juni beberapa waktu silam.

"Bung Karno menyadari tidak gampang menyatukan begitu banyak suku dan keragaman membangun negara, dibutuhkan akal kolektif bangsa," kata mantan Presiden PKS ini.

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas