Info BMKG: Peringatan Dini Rabu 10 Juni 2020, Waspada Cuaca Ekstrem di 11 Wilayah
Peringatan dini terkait cuaca ekstrem ini dirilis melalui situs resmi BMKG, bmkg.go.id. Pada Rabu (10/6/2020) tercatat 11 wilayah berpotensi
Penulis:
Arif Fajar Nasucha
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini sejumlah wilayah di Indonesia untuk Rabu 10 Juni 2020.
Peringatan dini terkait cuaca ekstrem ini dirilis melalui situs resmi BMKG, bmkg.go.id.
Pada Rabu (10/6/2020) tercatat 11 wilayah indonesia berpotensi terjadi cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem ini terkait potensi hujan atau pun hujan lebat disertai angin kencang/puting beliung, petir/kilat.
Baca: BMKG Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Selasa, 9 Juni 2020: Jateng dan Jatim Hujan Lebat hingga Petir
Dalam narasinya, BMKG menjelaskan, daerah sirkulasi siklonik terpantau di Teluk Cendrawasih yang membentuk daerah pertemuan angin yang memanjang dari Papua bagian tengah hingga Papua bagian barat.
Sirkulasi siklonik lainnya juga terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu yang menyebabkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik tersebut.
Daerah konvergensi terpantau memanjang dari Sulawesi Tenggara bagian utara, Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tengah bagian utara.
Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Berikut peringatan dini BMKG, Rabu (10/6/2020) yang Tribunnews.com kutip dari bmkg.go.id:
Wilayah berpotensi berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang/puting beliung:
- Banten
- Jawa Barat
- Kalimantan Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Papua Barat
- Papua
Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang/puting beliung:
- Bengkulu
- Lampung
Selain itu, BMKG juga telah merilis peringatan gelombang tinggi di beberapa area perairan Indonesia.
Peringatan gelombang tinggi ini berlaku mulai Senin, (8/6/2020) pukul 19.00 WIB hingga Rabu (10/6/2020) pukul 19.00 WIB.
Area Perairan Dengan Gelombang Sedang (1,25 - 2,5 m)
- Selat Malaka bagian Tengah
- Perairan Barat Aceh
- Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung
- Selat Sunda bagian Barat dan Selatan
- Perairan Selatan Bali hingga Sumbawa
- Selat Bali - Lombok - Alas bagian Selatan
- Selat Sumba
- Selat Sape bagian Selatan
- Perairan P. Sawu hingga Kupang - P. Rotte
- Laut Sawu
- Perairan Selatan Flores
- Selat Ombai
- Perairan Timur Kep. Bintan hingga Kep. Lingga
- Perairan Selatan Kep. Anambas
- Laut Natuna
- Selat Karimata
- Laut Jawa
- Perairan Selatan Kalimantan
- Perairan Kotabaru
- Selat Makassar bagian Tengah dan Selatan
- Perairan Kep. Sabalana hingga Kep. Selayar
- Laut Flores bagian Timur
- Perairan Manui - Kendari
- Perairan Selatan Kep. Banggai
- Perairan Kep. Wakatobi
- Perairan Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud
- Perairan Bitung - Likupang
- Perairan Kep. Sitaro
- Laut Maluku
- Perairan Halmahera
- Laut Halmahera
- Laut Seram bagian Timur
- Perairan Sorong
- Perairan Utara Kep. Kai hingga Kep. Aru
- Perairan Fak-Fak - Kaimana
- Perairan Amamapere - Agats
- Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Biak
Area Perairan dengan Gelombang Tinggi (2,5 - 4 m)
- Perairan Utara Sabang
- Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai
- Samudra Hindia Barat Sumatra
- Perairan Selatan Banten hingga Jawa Timur
- Perairan Selatan P. Sumba
- Samudra Hindia Selatan Banten hingga NTT
- Perairan Selatan Kep. Sula
- Laut Seram bagian Barat
- Perairan P. Buru hingga P. Seram
- Laut Banda
- Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar
- Perairan Selatan Kep. Kai hingga Kep. Aru
- Laut Arafuru
(Tribunnews.com/Fajar)
Baca tanpa iklan