Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kemenag Kaji Panduan Penerapan New Normal di Pesantren

Jika telah rampung, panduan tersebut segera diedarkan ke pondok pesantren di Indonesia.

Kemenag Kaji Panduan Penerapan New Normal di Pesantren
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ratusan santri disemprot disinfektan saat tiba di Terminal Purabaya, Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/4/2020). Sebanyak 586 santri Pondok Pesantren Sidogiri yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya tiba di Terminal Purabaya. Di terminal para santri disemprot disinfektan lebih dahulu dan diberi hand sanitizer oleh petugas dari alumni pondok sebelum mereka bertemu keluarga yang menunggu di ruang tunggu terminal. Ponpes Sidogiri memajukan program liburan jelang Ramadan 15 hari karena pandemi virus corona atau Covid-19. Para santri diliburkan selama 66 hari. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama masih melakukan kajian terhadap penerapan kenormalan baru atau new normal di lingkungan pesantren.

Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Imam Safe'i mengungkapkan saat ini Kemenag masih membahas draft panduan penerapan new normal di pesantren.

"Sedang dirapatkan draftnya," ujar Imam kepada Tribunnews.com, Selasa (9/6/2020).

Imam enggan menjelaskan mengenai konten pada draft panduan tersebut. Ia mengatakan panduan tersebut telah rampung, segera diedarkan ke pondok pesantren di Indonesia.

Baca: Jelang New Normal, Harga Face Shield di Pasar Pramuka Jakarta Berkisar Rp 35.000 Hingga Rp 125.000

Baca: Maruf Sebut Jika Protokol Kesehatan Dikelola Baik, Pesantren Lebih Aman Dibanding Sekolah

"Ya nanti kalau selesai diedarkan ke publik," ucap Imam.

Sebelumnya, Wakil Presiden Maruf Amin mengungkap soal rencana dibukanya kembali pesantren untuk para santri melakukan aktivitas belajar mengajar.

Baca: Sebaran Virus Corona di Indonesia Selasa (9/6/2020): Ada 232 Kasus Baru di DKI, 220 di Jawa Timur

Maruf Amin mengatakan pemerintah berprinsip pesantren bisa kembali beraktivitas seperti biasa dengan tidak menjadi tempat pusat penularan Covid-19.

"Kita bicarakan protokol kesehatan untuk new normal di pesantren mungkin besok Rabu, tapi prinsipnya tentu kita ingin pesantren itu bisa kembali berkegiatan seperti biasa, tetapi tak jadi tempat pusat penularan baru Covid-19. Karena itu, kita akan bantu pesantren," kata Maruf Amin dalam telekonferensi, Senin (8/6/2020).

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas