Tribun

Virus Corona

Doni Monardo Sebut Kasus Positif Virus Corona di Jawa Timur Harus Diwaspadai

Pada hari ini Jatim kembali menjadi provinsi tertinggi temuan kasus positifnya yakni 297 kasus.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
zoom-in Doni Monardo Sebut Kasus Positif Virus Corona di Jawa Timur Harus Diwaspadai
Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, mengatakan kasus penyebaran Corona di Jawa Timur harus diwaspadai karena mengalami lonjakan.

Apalagi, selain kasus positif, angka kematian di Jawa Timur juga tertinggi.

"Angka kematian di Jawa Timur juga mengalami peningkatan sekarang sudah melampaui angka kematian di jakarta. Jadi daerah daerah seperti ini harus menjadi perhatian kita semua agar tidak terjadi risiko yang besar bagi penyelanggara termasuk juga masyarakat ," katanya dalam rapat virtual dengan Komisi II, Kamis, (11/6/2020).

Baca: Kasus Positif Virus Corona Meningkat, Doni Monardo Beberkan Fakta Menggembirakan di Balik Itu

Untuk diketahui, pada Rabu kemarin, Jawa Timur menyumbang angka positif Corona tertinggi yakni mencapai 273 kasus positif.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)

Pada hari ini Jatim kembali menjadi provinsi tertinggi temuan kasus positifnya yakni 297 kasus.

Baca: Muncul Lonjakan Kasus Corona di Indonesia, Ahli Epidemiologi Sebut Penerapan PSBB Tidak Maksimal

Secara keseluruhan kasus kematian akibat Covid-19 di Jawa Timur juga tertinggi dibanding provinsi lainnya yakni 533 orang atau 7,78 persen.

Jatim berada di atas DKI yang merupakan episentrum awal Covid-19 yakni 537 orang atau 6,20 persen.

Secara nasional menurut Doni angka kasus positif Covid-19 mengalami peningkatan.

Meskipun demikian tingkat kesembuhan juga terus meningkat. Rata rata angka yang sembuh setiap harinya mencapai 500 orang.

Baca: Risma Klaim Jumlah Warga Reaktif Rapid Test Alami Penurunan, Berjanji Cegah Penyebaran Virus Corona

"Termasuk kemarin yang tertinggi 715 orang yang telah sembuh dari sakit covid," katanya.

Dalam upaya untuk meningkatkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19, Kementerian Kesehatan menggunakan terapi plasma convalescent.

Terapi tersebut membuat banyak pasien penyakit berat dan kritis dapat disembuhkan.

"Dan ini kami selalu mengimbau kepada mereka yang telah sembuh untuk bersedia mendonorkan plasma,mendonorkan darahnya sehingga bisa dimanfaatkan oleh pasien yang sekarang dirawat di rumah sakit," pungkasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas