Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Negosiasi Sempat Alot Saat Operasi Senyap Pembebasan Tiga WNI yang Disandera Perompak di Gabon

KBRI Abuja juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Nigeria melalui Kementerian Luar Negeri dan pihak militer Nigaria.

Negosiasi Sempat Alot Saat Operasi Senyap Pembebasan Tiga WNI yang Disandera Perompak di Gabon
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
ilustrasi.Tim WFQR Lantamal IV Tanjung Pinang menunjukkan perompkan yang berhasil dibekuk di Markas Komando Lanal Batam, Selasa (27/12). Sebanyak 6 perompak berhasil dibekuk tim WFQR saat akan melaksanakan aksinya di perairan internasional dengan target kapal berbendera asing. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak diterimanya kabar penculikan dan penyanderaan tiga orang WNI ABK Amerger Gabon yang diculik dan disandera oleh Sindikat Perompak selama 40 hari sejak tanggal 3 Mei 2020, KBRI Abuja melalui Konsulat Kehormatan RI di Gabon langsung melakukan Silent Operation (operasi senyap) dengan cara berkomunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah Gabon melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan.

KBRI Abuja juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Nigeria melalui Kementerian Luar Negeri dan pihak militer Nigaria.

Kordinasi dengan pihak militer di Gabon dan Nigeria amat diperlukan terutama agar jangan sampai timbul korban jiwa dari para WNI jika dilakukan operasi militer pembebasan sandera oleh aparat keamanan setempat.

Selain itu, KBRI Abuja juga melakukan kerjasama yang erat dengan Kedubes Korsel, terutama dalam hal berkomunikasi dan mengarahkan pihak perusahaan Kapal Amerger Gabon agar melakukan langkah-langkah negosiasi dengan pihak penculik dimana secara hukum hal tersebut merupakan bagian dari tanggungjawab pihak perusahaan terhadap ABK.

Baca: KRONOLOGI Lengkap Pria di Bogor Ngamuk Aniaya Istri Karena Alat Kelaminnya Loyo saat Hendak Bercinta

"Setelah melalui proses negosiasi yang cukup alot, akhirnya pada tanggal 8 Juni 2020 seluruh sandera, termasuk ketiga orang WNI berhasil dibebaskan di Cross River (wilayah Delta Niger), yang merupakan salah satu Negara Bagian Nigeria," dikutip dari keterangan resmi Kedutaan Besar RI di Abuja Nigeria yang diterima pada Jumat (12/6/2020).

Selanjutnya mereka dibawa menuju ke Negara Bagian Rivers, tepatnya ke Port Harcourt yang merupakan Ibukota Negara Bagian tersebut.

Akhirnya pada tanggal 10 Juni 2020 ketiga orang WNI yang telah dibebaskan itu dijemput langsung oleh Dubes RI Abuja, HE Marsda TNI (Purn) Dr Usra Hendra Harahap didampingi Atase Pertahanan RI Abuja, Kolonel Arh Bangun Manahan Tanjung dan Staf KBRI Abuja Pelaksana Fungsi Perlindungan WNI/BHI, Yohanis Kambuaya dengan menggunakan pesawat khusus.

Kemudian pada hari ini, Jumat (12/6/2020) para WNI tersebut kini sudah berada di Wisma Duta KBRI di Abuja, Republik Federal Nigeria untuk ditampung sementara sambil menunggu dipulangkan ke Tanah Air karena terkendala oleh penerbangan yang masih terhenti akibat dampak Covid-19.

Operasi senyap tersebut dipimpin langsung oleh Dubes RI di Abuja HE Marsda TNI (Purn) Dr Usra Hendra Harahap bekerja sama dengan KBRI di Paris, Konsulat Kehormatan RI di Gabon, serta Kedubes Korsel di Abuja dan Libreville.

Ketiga WNI tetsebut sebelumnya diculik bersamaan dengan beberapa ABK dari negara lain yaitu seorang WN Korsel dan dua orang WN Senegal.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas