Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PDIP: Usulan Pemindahan Ibu Kota Palestina Bentuk Ketidakadilan Baru

Ketegangan di Timur Tengah seperti persoalan di Yaman, Suriah, Irak; ketegangan antara Arab Saudi dan Turki.

PDIP: Usulan Pemindahan Ibu Kota Palestina Bentuk Ketidakadilan Baru
AFP/MAHMUD HAMS
Anggota Kepolisian Hamas Palestina menunjukkan keterampilan mereka pada upacara kelulusan dari Akademi Kepolisian di Kota Gaza. Palestina. Kamis (7/5/2020). (AFP/MAHMUD HAMS) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP PDI Perjuangan mengajak seluruh elemen nasional untuk menghentikan konflik diantara diri sendiri, dan bergotong royong bersama menolak rencana Amerika Serikat (AS) memindahkan ibukota Palestina ke Abu Dis.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya mengingat spirit politik luar negeri bebas aktif yang berpihak pada perdamaian dunia, guna menghapuskan berbagai bentuk penjajahan yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Tak hanya itu, kondisi saat ini sangat kontekstual karena dunia saat ini sedang menghadapi krisis.

Ketegangan di Timur Tengah seperti persoalan di Yaman, Suriah, Irak; ketegangan antara Arab Saudi dan Turki.

Baca: Bela Palestina, Indonesia Diminta Bersikap Tegas dan Tidak Hanya Berkirim Surat

Demikian halnya persoalan di Laut China Selatan, konflik perbatasan Tiongkok dengan India, serta berbagai persoalan di Afrika dan Amerika Latin.

Hasto melihat situasi ini memerlukan kepemimpinan Indonesia sebagaimana terjadi ketika diselenggarakan Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, dan Conference of the New Emerging Forces.

"Itulah outward looking yang menunjukkan spirit kepemimpinan Indonesia, karena cara pandang Pancasila sebagai weltanschauung (ideologi,red) dunia," kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (18/6/2020).

Namun saat ini, kata Hasto, energi bangsa justru banyak terkuras ke dalam, dengan penuh hiruk pikuk tentang siapa dapat apa.

Maka saatnya energi positif bangsa harus digelorakan, dan berbagai persoalan dalam negeri secepatnya diselesaikan. Dengan begitu, Indonesia bisa kembali menjalankan tanggung jawabnya melalui sikap outward looking tersebut.

"Sebab di tengah berbagai sikap dan tindakan elite yang terlalu melihat ke dalam, energi bangsa terkuras dan melupakan tanggung jawab Indonesia bagi dunia," ucapnya.

Salah satu yang harus segera direspons Indonesia adalah persoalan di Palestina, yang sejak era Bung Karno selalu mendapatkan kepemihakan dari Indonesia.

Kini, ada proposal baru untuk memindahkan Ibukota Palestina ke Abu Dis.

"PDI Perjuangan tidak setuju dengan usulan tersebut karena merupakan bentuk ketidakadilan baru. Dan sikap Partai konsisten dengan apa yang sudah diperjuangkan Bung Karno untuk memerjuangkan kemerdekaan Palestina sebenar-benarnya sebagai buah dari spirit Dasa Sila Bandung," jelas Hasto.

Maka dari itu, PDIP menyerukan bahwa saatnya energi positif bangsa dikedepankan. Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, harus dibumikan bagi peningkatan kedaulatan dan keberdikarian bangsa.

"Serta bertindak keluar secara aktif dalam membangun peradaban dunia," kata Hasto.
 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas