Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Anis Matta: Tiga Fitur Manusia Indonesia Menghadapi Krisis

"Kita tidak perlu menunggu seorang 'superman' atau seorang juru selamat untuk datang menyelesaikan persoalan

Anis Matta: Tiga Fitur Manusia Indonesia Menghadapi Krisis
ISTIMEWA
Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Dalam dua dekade terakhir pasca reformasi, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta menyebut, bangsa Indonesia seperti belum bisa bergerak maju memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki.

Belum bisa memanfaatkan berbagai peluang yang terbuka, akibat revolusi teknologi dan arus globalisasi. Indonesia terkesan lebih banyak dimanfaatkan sebagai "pasar potensial" bagi negara-negara lain yang sedang bertumbuh di kawasan.

Bangsa Indonesia, lanjutnya terlihat sibuk dengan "pekerjaan rumahnya" sendiri, hingga lupa untuk melihat ke dunia luar yang sedang mengalami pergolakan dan sedang menuju pembentukan keseimbangan baru.

Baca: Joe Taslim Belum Bisa Bicara Banyak Soal Film Mandala

"Energi bangsa ini terserap oleh bermacam-macam konflik yang tidak perlu, dan justru menciptakan pembelahan dan polarisasi masyarakat, yang membuat kekuatan kita sebagai suatu bangsa melemah," kata Anis dalam pernyataannya, Kamis (19/6).

"Kita perlu menumbuhkan tiga fitur utama dalam masyarakat Indonesia agar tercipta daya dorong yang kuat bagi kemajuan bangsa ini, yaitu Efektif, Inovatif dan Kolaboratif," kata dia.

Baca: Kelar Syuting Mortal Kombat di Australia, Joe Taslim Beberkan Beberapa Hal

Pertama, efektif. Terlalu banyak menghabiskan energinya untuk konflik internal pada hal-hal yang tidak perlu, dan membuat kita tumbuh dalam lingkungan sosial yang tidak efektif.

"Kita lebih banyak berbicara tentang perbedaan dan bukan persamaan. Ini menyebabkan kita kehilangan daya dorong untuk bergerak maju sebagai sebuah bangsa. Kita perlu menumbuhkan lahirnya masyarakat efektif dengan menciptakan kembali "energi sosial" yang akan menjadi tenaga penggerak bangsa ini untuk maju," saran Anis Matta.

Baca: New Normal, Jumlah Wisatawan di Taman Nasional Komodo Akan Dibatasi

"Kita perlu memiliki cita-cita besar yang melampaui kepentingan primordial kita masing-masing, untuk menjadi tujuan bersama. Suatu gagasan yang tidak hanya bisa menyatukan, tapi juga menjadi "'collective mind' yang memberikan kita arah," jelasnya.

Anis menambahkan, perlunya menumbuhkan kembali semangat persaudaraan, yang pada dasarnnya merupakan sifat bawaan bangsa. Cerminan dari religiusitas masyarakat . Serta mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin berjiwa besar yang mampu menginspirasi bangsanya untuk bergerak, bukan dengan kekuatan pemaksa dan otoritas.

"Kehadiran energi sosial semacam ini akan membuat kehidupan sosial kita jauh lebih efektif. Bukan karena kita menginginkan semuanya harus sama, tapi karena kita semua bergerak ke arah yang sama dalam keberagaman dan perbedaan kita masing-masing," terangnya.

Baca: Desain RUU Pemilu Harus Disusun secara Rasional dan Dapat Dipertanggungjawabkan

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas