Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Ingatkan Ancaman Covid-19 Belum Berakhir

Masih terdapat beberapa provinsi yang diketahui memiliki angka penyebaran Covid-19 yang tinggi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Jokowi Ingatkan Ancaman Covid-19 Belum Berakhir
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
TES COVID-19 - Untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, Pemkot Tangerang menggelar kegiatan rapid test bagi 40 warga Rw 04 Kelurahan Batuceper, yang merupakan salah satu zona merah dari 11 kelurahan yang ada di Kota Tangerang, Jumat (19/6/2020). Pada kesempatsn yang sama petugas Satpol PP Kota Tangerang, juga mengikuti swab test untuk memastikan kesehatan mereka yang rentan tertular virus Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

5 Provinsi Penyebaran Virus Corona Tertinggi: DKI, Jateng, Jatim, Sulsel, Jabar

5 Provinsi Penyebaran Virus Corona Terendah: Aceh, Sulawesi Barat, NTT, Jambi, Bengkulu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk disiplin dalam mematuhi anjuran dan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Masyarakat, imbau presiden berperan besar dalam menekan jumlah kasus dan penyebaran lebih lanjut dari virus yang telah menjadi pandemi di setidaknya 216 negara di dunia.

"Masyarakat berperan besar dalam menekan jumlah kasus dan mencegah penyebaran Covid-19. Saya mengajak masyarakat untuk disiplin mengikuti dan mematuhi anjuran-anjuran yang sering kita sampaikan, gunakan masker, sering cuci tangan, jaga jarak yang aman, dan hindari kerumunan," ujarnya, Rabu (24/6).

Baca: Jenazah Covid-19 Tertukar, Terungkap Dari Surat Kematian Saat Akan Dimakamkan

Jokowi menegaskan,harus disadari, ancaman Covid-19 belum berakhir.

Masih terdapat beberapa provinsi yang diketahui memiliki angka penyebaran Covid-19 yang tinggi hingga saat ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah bersama dengan masyarakat harus berupaya bersama dalam menghadapi pandemi ini. Masyarakat juga harus saling mengingatkan antarsesama agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ini yang harus terus kita lakukan dan harus menjadi kebiasaan baru kita," kata Presiden. 

Baca: Kasus Pengambilan Paksa Jenazah di Surabaya, Istri Tersangka Positif Covid-19

Kemarin, Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Dewi Nur Aisyah memaparkan tingkat penyebaran kasus Corona di Indonesia kepada Presiden.

Dewi memaparkan penyebaran Covid melalui sistem satu data BLC atau Bersatu Lawan Covid. Dalam pemaparannyaDewi menyebutkan bahwa berdasarkan data per 21 Juni terdapat 5 provinsi dengan jumlah kasus
terbanyak.

Ke lima provinsi itu yakni, DKI Jakarta dengan 9.971 kasus, Jatim 9.542, Sulsel 3.797, Jabar 2.646, dan Jateng 2.666 kasus.

Sementara 5 provinsi dengan kasus terendah yakni Aceh 49 kasus, , Sulawesi Barat 104, NTT 111,Jambi 112 dan Bengkulu 116 kasus.

Sementara itu terdapat 112 kabupaten atau kota tidak terdampak atau tidak ada kasus baru, 188 kabupaten kota dengan risiko rendah, 157 kab kota dengan risiko sedang, dan 57 kab kota dengan risiko tinggi.

Baca: Tiga Saran dari Dokter Agar Terhindar dari Sakit Gigi Selama Pandemi Covid-19

Terdapat peningkatan jumlah daerah yang tidak terdampak atau nol kasus dari Mei hingga 21 Juni 2020. Pada 31 Mei terdapat 138 kabupaten atau kota
dengan risiko rendah dan 102 tidak terdampak.

"Jika kita lihat perjalanannya, mulai akhir Mei 2020 sampai 21 Juni 2020, kita bisa memonitor perkembangan kabupaten atau kota dari mulai tidak terdampak ada 46,7 persen sampai terakhir naik menjadi 58,37 persen termasuk dalam kabupaten kota yang tidak ada kasus dan risiko rendah," pungkasnya.

Sementara sebanyak 685 pasien positif covid-19 masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Jumlah tersebut tercatat bertambah sebanyak 15 pasien sejak kemarin pukul 08.00 WIB yakni 670 pasien.

Saat ini Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet tercatat tidak merawat Pasien Dalam
Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Perwira Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengungkapkan saat ini total terdapat 685 pasien terkait covid-19 yang dirawat inap di rumah sakit tersebut.

"Sebanyak 685 pasien positif covid-19 dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Saat ini total sebanyak 685 pasien yang dirawat inap," kata Aris.

Aris mengatakan sejak beroperasi pada 23 Maret 2020, hingga hari ini sebanyak 4.946 pasien terkait covid-19 telah terdaftar.

Ia juga mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 3.153 pasien yang diperbolehkan pulang atau dinyatakan sembuh.

"Total sebanyak 4.946 pasien telah terdaftar sejak RS ini beroperasi. Sebanyak 3.153 pasien diperbolehkan pulang atau sembuh dan 138 pasien dirujuk ke rumah sakit lain. Tiga orang pasien meninggal," kata Aris. (tribun network/yud/fik/git)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas