Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Desak Para Menteri Buat Terobosan Baru Guna Percepat Penanganan Covid-19

Jokowi juga mendesak para menteri segera membuat terobosan yang baru yang bisa dirasakan oleh masyarakat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jokowi Desak Para Menteri Buat Terobosan Baru Guna Percepat Penanganan Covid-19
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo meninjau Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis, (25/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menteri agar terus bekerja dan tidak linier dalam mengambil keputusan terkait penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

Jokowi juga mendesak para menteri segera membuat terobosan yang baru yang bisa dirasakan oleh masyarakat yang terdampak langsung pandemi ini.

Hal itu disampikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Dampak Pandemik Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020).

"Saya minta agar kita bekerja tidak linear. Saya minta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat. Dan itu, terobosan itu kita harapkan betul-betul berdampak  pada percepatan penanganan ini. Tidak datar-datar saja," kata Jokowi.

Baca: KPK Periksa Pejabat Nindya Karya terkait Korupsi Jalan di Kabupaten Bengkalis

Baca: Alasan Istana Baru Unggah Video Jokowi Marah dan Menyinggung Soal Reshuffle Kabinet

Baca: Soal Ancaman Reshuffle, Pengamat: Itu Warning Keras Dari Jokowi Untuk Para Menterinya

Jokowi mencontohkan, trobosan yang bisa dilakukan oleh menteri yakni menambah personil dari pusat atau tenaga medis dari pusat untuk provinsi-provinsi di luar DKI Jakarta yang angka penyebaran Covid-19 masih tinggi.

Lalu, kata Jokowi, bisa juga dilakukan penambahan peralatan medis untuk menunjang kerja dokter dan perawat di Rumah Sakit.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dan betul-betul, dua hal tadi kita kontrol di provinsi. Karena kalau tidak kita lakukan sesuatu, dan kita masih datar eperti ini, ini enggak ada pergerakan yang signifikan," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas