Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri KKP Senang Ikan Napoleon Muncul Lagi Setelah 26 Tahun Hilang

“Saya senang ikan Napoleon muncul lagi setelah 26 tahun hilang. Ini patut kita syukuri," kata Edhy

Menteri KKP Senang Ikan Napoleon Muncul Lagi Setelah 26 Tahun Hilang
Istimewa
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memegang ikan Dori 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengaku senang dengan temuan ikan Napoleon atau Cheilinus Undulatus di perairan Pieh, Laut Sumatera Barat (Sumbar) oleh Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN).

Ikan Napoleon sebelumnya dinyatakan menghilang pada tahun 1994, atau 26 tahun lalu.

Baca: Cara Bikin Pempek Dos Tanpa Ikan Ala Pedagang! Murah dan Enak Banget

“Saya senang ikan Napoleon muncul lagi setelah 26 tahun hilang. Ini patut kita syukuri," kata Edhy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/7/2020).

Edhy menilai kemunculan ikan Napoleon semakin menunjukan bahwa kondisi laut Indonesia semakin membaik.

Ikan Napoleon, kata Edhy, dikenal sebagai ikan penjaga terumbu karang.

Selain itu, Ikan Napoleon juga memiliki harga cukup mahal dan merupakan satwa yang dilindungi.

“Ini harus kita jaga bersama-sama. Apalagi ikan ini juga terkenal sebagai ikan penjaga terumbu karang. Karena ikan ini berasosiasi dengan terumbu karang dan habitat sekitarnya,” ujar Menteri Edhy.

Diketahui Ikan Napoleon itu terlihat ketika tim dari LKKPN melakukan monitoring di perairan Pieh ketika mengawasi kondisi terumbu karang.

Baca: Terima Video Kapal Asing Kembali Cari Ikan di Natuna, Susi Pudjiastuti Unggah Pidato Jokowi Ini

Namun, pada pekan lalu, hasil monitoring 14 titik di taman wisata perairan Pieh, Sumbar, didapati penampakan ikan Napoleon di dua titik.

Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Fajar Kurniawan menerangkan, ikan napoleon terakhir ditemukan sekitar tahun 1994-1995.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas