Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Disinfektan Alami Diharapkan Mampu Mendongkrak Penghasilan Petani

“Kita berharap diproduksi masal sehingga pasarnya di seluruh Indonesia. Kita berharap di masa pandemi ini bisa menambah penghasilan petani," katanya

Disinfektan Alami Diharapkan Mampu Mendongkrak Penghasilan Petani
Istimewa
Dewan Penasehat Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh), Saleh Patolla. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain lebih aman, disinfektan berbahan limbah kayu sangat mudah ditemukan. 

Inovasi tersebut diharapkan memberikan penghasilan para petani bertambah. 

Baca: Soal Kalung Antivirus Corona, Komisi IV DPR Minta Kementan Fokus ke Peningkatan Kesejahteraan Petani

“Kita berharap diproduksi masal sehingga pasarnya di seluruh Indonesia. Kita berharap di masa pandemi ini bisa menambah penghasilan petani yang ada di daerah tinggal di dekat hutan,” kata Saleh Patolla, Dewan Penasehat Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh), dalam keterangannya, Selasa (7/7/2020).

Putra daerah Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan ini mengatakan masyarakat bisa menjaga lingkungan sekaligus mendapat penghasilan yang bermanfaat.

“Limbah limbah kayu di hutan yang tidak bermanfaat bisa menjadi bermanfaat,” ucapnya.

Menurutnya, melawan virus corona atau Covid-19 bukan hanya sekadar menghitung jumlah korban, pasien dalam pengawasan, atau yang tengah menderita penyakit corona. 

Tapi juga perlu memikirkan cara pencegahan yang dijangkau masyarakat. 

“Jadi perlu ditindakan yang lebih,” imbuhnya.

Apa yang dilakukan Saleh pun membuat beberapa tokoh sempat mendatanginya. 

Mereka berharap Saleh dapat lebih fokus membangun desa kelahirannya yaitu, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelumnya, Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) memberi dukungan penuh kepada Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3H2) untuk menciptakan formula disinfektan yang sangat ramah lingkungan.

Berupa asam kayu yang terbuat dari limbah kayu di hutan. 

Baca: Penyemprotan Disinfektan Jadi Kegiatan Rutin Menaker Ida Tiap Jumat

Jadi ada manfaat ganda dari terobosan ini. Selain menghasilkan produk disinfektan yang sangat dibutuhkan guna memerangi Covid-19, juga menjaga kelestarian hutan lewat pemanfaatan limbahnya.  

 Sementara itu, pihak Koprabuh melalui CEO-nya, Johanes Walean mengatakan pihaknya telah memprogramkan sosialisasi termasuk juga penyediaan  1.000.000 liter cairan disifektan alami ini untuk penyemprotan gratis di fasilitas-fasilitas publik.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas