Tribun

Kasus Jiwasraya

Kejaksaan Agung RI Sita Aset Senilai Rp 18,4 Triliun Terkait Korupsi Jiwasraya

li Mukartono mengatakan pihaknya telah menyita berbagai aset-aset terkait korupsi di tubuh PT Asuransi Jiwasraya senilai Rp 18,4 triliun.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kejaksaan Agung RI Sita Aset Senilai Rp 18,4 Triliun Terkait Korupsi Jiwasraya
youtube
Jaksa penuntut umum dalam kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Ali Mukartono mengatakan pihaknya telah menyita berbagai aset-aset terkait korupsi di tubuh PT Asuransi Jiwasraya senilai Rp 18,4 triliun.

Aset-aset itu disita dari tersangka dan pihak yang terkait perusahaan asuransi plat merah tersebut.

"Penyidik berhasil menyita aset berupa tanah, mobil, uang, saham, dan sebagainya. Kalau ditaksir senilai Rp 18,4 triliun," kata Ali di Kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Ali mengatakan kerugian negara dalam kasus korupsi Jiwasraya sebagaimana diungkap Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sejatinya hanya Rp 16,8 triliun. Sementara itu, hasil sitaan yang ditindak oleh Kejaksaan Agung RI lebih dari taksiran dari BPK.

Baca: Sinar Mas Aset Manajemen Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Kembalikan Kerugian Negara Rp 77 M

Menurut Ali, hal tersebut sengaja dilakukan oleh penyidik untuk mengantisipasi fluktuasi saham dan aset yang bergerak. Tujuannya untuk meminimalisir kerugian negara dalam kasus tersebut.

"Kelihatannya ini berlebih dari kerugian negara. Memang sengaja penyidik melakukan itu karena ada saham yang sifatnya fluktuatif. Masih berlaku di pasar," jelasnya.

Dia mengatakan penindakan penyitaan itu tidak lain untuk mengedepankan hak terkait pengembalian dana para nasabah Jiwasraya.

"Niat baik penyidik ini ujung-ujungnya harus memenuhi hak-hak dari nasabah. Sehari kemarin saja ada kerugian sekitar Rp 700 miliar sehingga barang bukti ini harganya fluktuasi. Dalam kerangka itu, meskipun ini tipikor tidak terkait nasabah. Kita berhadapan institusi negara sebagai korban, dalam hal ini adalah BUMN atau Jiwasraya," pungkasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas