Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kinerja Menteri Jokowi

Mensesneg Pratikno: Kalau Progresnya Bagus, Ngapain Direshuffle?

Praktikno meyebut kinerja para menteri kabinet Indonesia Maju membaik setelah adanya peringatan dari Presiden Jokowi.

Mensesneg Pratikno: Kalau Progresnya Bagus, Ngapain Direshuffle?
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno saat jumpa pers terkait Peringatan HUT Ke-75 RI di Gedung Utama Kemensetneg, Jakarta, Senin (6/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Praktikno meyakinkan tak ada perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat meski Presiden Joko Widodo mengeluarkan ancaman itu dalam sidang kabinet.

Praktikno meyebut kinerja para menteri kabinet Indonesia Maju membaik setelah adanya peringatan dari Presiden Jokowi. Dengan begitu, tidak diperlukan pergantian menteri.

"Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle. Intinya begitu," kata Pratikno di Kantor Mensesneg, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Menurut Pratikno, para menteri telah menjalankan arahan Presiden Jokowi untuk bekerja dengan cepat dalam menghadapi krisis pandemi Covid-19.

Baca: Pratikno Sebut Isu Reshuffle Kabinet Sudah Tak Relevan, Klaim Kinerja Menteri Meningkat

Baca: AHY Masuk Kabinet Jokowi? Demokrat: Mau Ada Reshuffle atau Tidak, yang Penting Penanganan Covid-19

Hal itu terlihat dari kinerja kementerian/lembaga yang mulai menunjukkan kinerja mulai dari serapan anggaran yang meningkat hingga program-program dalam mengatasi pandemi Covid-19 berjalan baik.

"Artinya teguran keras tersebut punya arti yang signifikan. Teguran keras tersebut dilaksanakan secara cepat oleh kabinet. ini progres yang bagus," ucap Pratikno.

Ia meminta semua pihak menyudahi pembahasan reshuffle kabinet. Sebab, hal itu telah terjawab dengan kinerja para menteri.

"Tentu saja kalau bagus terus ya enggak ada isu, enggak relevan lagi reshuffle. Jadi, jangan ribut lagi reshuffle karena porgress kabinet berjalan dengan bagus," ujarnya.

Wacana reshuffle kabinet muncul setelah Presiden Jokowi mengeluarkan peringatan melakukan pergantian menteri saat rapat Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni 2020.

Hal itu dikarenakan kekecewaan Jokowi terhadap kinerja sejumlah menterinya dalam menangani pandemi Covid-19, khususnya karena lambatnya penyerapan anggaran.

Jokowi melihat ada menteri-menteri yang tidak memiliki sense of crisis dalam menangani pandemi Covid-19.

Padahal, anggaran yang sudah disiapkan untuk penanganan Covid-19 mencapai ratusan triliun rupiah.

Dan semula dari perputaran uang itu diharapkan membantu menggerakkan kembali roda ekonomi.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," kata Jokowi saat rapat saat itu. (tribun network/yud/coz)

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas